Sewaktu keluar dari gua yang terbuat dari semak-semak yang terjalin menjadi sebuah lorong yang panjang. Tiba-tiba saja langit begitu terang seperti siang hari, padahal hari baru malam waktu kami masuk lorong tadi.
Perjalanan memang lumayan panjang tapi nggak selama itu juga sampai keluar tahu-tahu sudah siang saja. Bahkan badanku masih nggak sakit-sakit amat, nggak capek-capek amat jadi … aku lupa kalau kami masuk ke dunia lain.
Wajar saja kalau ada perbedaan waktu yang sangat jauh antara dunia fana alias dunia manusia dengan dunia tak kasat mata ini. Meskipun matahari bersinar terang, tapi suasananya sangat nggak enak. Bulu kudukku sampai berdiri saking nggak nyamannya.
“Rasanya aneh,” ucap Pak Minto yang bikin Pak Trisno mendesis sambil menempelkan telunjuk di depan bibirnya.
Nggak b