Suara teriakan itu membuat kami mematung karena harus berkonsentrasi. Suara itu berbaur bersama suara aliran sungai yang deras. Tapi cukup jelas untuk didengar.
Semua orang yang sedang berada di sungai semua berhenti seperti patung untuk mendengarkan suara teriakan itu dengan seksama. Tak lama kemudian, Pak Trisno berteriak karena kaget melihat ular yang melilit di tangannya. Dengan cepat ia membuka lilitan itu lalu melempar ular begitu saja.
“Minto, kamu apa-apaan ngasih ular ke aku. Kamu sudah kurang ajar sama ketuamu!” Hardik Pak Trisno yang bikin Pak Minto tak kalah terkejutnya.
“Saya tadi ngasih ikan besar ke Bapak, kok. Kalian semua melihatnya kan?” Pak Minto terlihat panik sampai melihat ke arah kita semua.
Tapi orang-orang sibuk memandang tangan yang berlumuran darah lalu meman