Aku berjalan cepat karena nggak ingin bikin tiga anak ini kehilangan nyawa seperti yang dialami Wisnu. Berjalan cepat melewati bebatuan yang licin sampai hampir terpeleset karena buru-buru, aku hanya nggak mau terlambat menolong mereka.
“Bunga, apa yang kamu lakukan?” tanya Pak Wanto yang berjalan di sampingku.
“Anak-anak itu harus ditolong dengan cepat, Pak!” ujarku dengan napas terengah-engah.
Menyusuri sungai sampai bertemu dengan jalan setapak yang ditunjukkan oleh hantu cewek yang bahkan aku lupa nggak tanya namanya.
"Hon, hati-hati!” Peter mendekatiku dan menepuk pundakku buat menunjukkan perhatiannya.
“Hon? Kalian pacaran?” Tiba-tiba hantu cewek itu muncul dan berjalan di sampingku.
“Kamu ngikutin aku?” tanyaku sambil memandang hantu cewek yang bertelanjang kaki.
Hantu cewek