“ARIS, FANNY, RIAN!” teriakku bersahutan dengan teman-teman yang lain yang juga mencari mereka sambil berteriak.
Badanku sudah sangat capek dan sudah mulai kehabisan tenaga setelah hampir seharian melakukan perjalanan. Rasanya sudah mulai putus asa karena dari kemarin dicari tapi nggak ketemu-ketemu.
Awal masuk area perkebunan jeruk aku merasa sangat percaya diri kalau mereka bakal cepat ditemukan. Tapi kenyataannya mereka masih saja nggak ketemu-ketemu.
Aku berjalan sambil berpegangan pada lengan Peter. Berjalan jadi sangat berat sampai aku menyeret kedua kakiku untuk sekedar melangkah.
Peter masih berteriak memanggil nama tiga anak itu, kalau aku memanggil mereka dengan gumaman kecil yang bakal hanya didengar kelelawar yang punya kemampuan menangkap suara ultra sonic.
“Bunga-Bunga.