“Sudah kubilang mending besok kita naik pesawat, nggak percaya,” ucap Rascal yang kesal sebab kami ke Jakarta naik Toyota Rush milik Peter.
Aku duduk di sebelah Peter dan di sebelahnya ada Rascal yang sengaja minta duduk di tengah. Sementara Peter yang mengemudi, di sebelahnya ada Ki Mengkis.
Pak Agha nggak diajak karena kasihan baru pulang dari Diklat sudah harus menginap di rumah. Dapat sambutan dibikin rusuh sama piaraan Doni pula. Jadi dia bertugas jaga kantor alias rumah biar bisa berkumpul keluarga. Dia bebas membawa istri dan anaknya saat bekerja.
“Kalau kamu mau naik pesawat kan dari tadi nggak ada yang melarang. Kenapa kamu ikut naik mobil? Nggak ada yang memaksa juga,” sahutku.
“Ya, biar kalian nggak rugi bayar tol,” jawab Rascal tanpa mengalihkan pandangan dari depan.
“B