Begitu masuk rumah, kami disuguhi pemandangan yang sangat mengejutkan. Gimana enggak, Doni yang selama ini kupikir adalah majikan makhluk asap pekat itu, ternyata malah sedang duduk bersimpuh menyembah itu makhluk.
Ya keliru to. Sejatinya manusia adalah makhluk yang paling mulia, kenapa bisa makhluk yang paling mulia malah bersujud dan menyembah setann yang diciptakan dari api.
“Nggak bener ini,” gumamku.
Akhirnya pandangan makhluk itu berpindah kepada kami bertiga. Aku berdiri dengan sikap kuda-kuda, meskipun tahu kalau seranganku bakal sia-sia selama masih menembus raga tuh makhluk, tapi hanya ini yang aku bisa.
Asap pekat membumbung memenuhi ruangan secara perlahan hingga ruangan yang tadinya terang berubah menjadi agak gelap dan aura negatif terasa sangat kuat.
“Kalian berdua, u