Aku mengikuti prosesi pemakaman Kiara yang sangat dramatis. Bagaimana nggak dramatis wong ternyata banyak sekali orang yang datang. Mulai dari kalangan artis, pejabat bahkan masyarakat pun banyak yang menangisi kepergiannya.
Memang ya, orang baik itu meninggalkan kesan yang mendalam. Di balik sifat aneh Kiara ternyata perempuan itu diam-diam sering membantu orang. Ia juga mengikuti beberapa kegiatan sosial bersama para pejabat dan selalu menggelontorkan uang pribadinya juga.
Permana menangis tersedu-sedu di samping pusaranya sambil memeluk erat seakan sedang memeluk Kiara yang malang.
“Apa rohnya bakal gentayangan, Ki?” bisikku kepada Ki Mengkis.
“Kiara meninggal bukan karena jadi tumbal meskipun awalnya memang dicelakakan makhluk itu,” jawab Ki Mengkis.
Syukurlah, meskipun nggak bisa