Masuk ke rumah aku melihat Dimas yang benar-benar Dimas untuk pertama kalinya. Ternyata dia orang yang sangat ceria. Dia sedang tertawa terbahak-bahak sama Steve waktu aku masuk.
“Mama.” Dimas langsung berdiri dan memeluk mamanya.
Aku dan Steve langsung berpandangan sebab baru pertama kali ini melihat cowok seumuran kami yang masih anak mama. Mau tertawa tapi nggak enak sama mamanya, akhirnya aku harus membuang muka biar nggak nggak ketahuan kalau ingin menertawakan Dimas.
Ki Mengkis melihatku dan langsung merengut, astaga padahal Dimas bukan siapa-siapanya tapi gayanya sudah seperti bapak tiri saja.
“Steve dan Bunga ternyata sudah menikah sejak sekolah SMA. Mereka sampai kucing-kucingan sama sekolah biar bisa lulus. Ih, lucu banget nggak sih,” ucapan Dimas bikin aku tertawa terpingka