Suara langkah kaki dan napas berat itu bikin aku menutup kran air biar bisa mendengarnya dengan jelas.
“Steve, ada orang diluar,” ujarku setengah berbisik. Sebab aku takut kalau ternyata orang jahat yang sedang mengincar Bu Rahayu. Bagaimanapun juga, Bu Rahayu itu janda kaya dan masih cantik. Siapa tahu aja tuh orang tahu kalau anak bungsu Bu Rahayu punya badan laki tapi hati lembut kayak perempuan sampai dikira nggak bisa ngapa-ngapain.
“Aku tahu. Siapa tahu tukang kebun yang lagi beres-beres barang, atau security yang memeriksa keadaan,” ujar Steve.
Bener juga sih. Aku rada lebay kayaknya.
Setelah mencuci piring dan gelas kotor, aku segera mendekati Ki Mengkis yang sedang duduk berdua di halaman depan tapi Dimas mencekal tanganku dan menarikku masuk.
“Jangan ganggu mamaku yang lag