Hantu penari itu mengenakan kemben hijau dengan bawahan jarik putih motif coklat dengan hiasan kepala seperti emas yang berbentuk bunga. Disanggul sederhana tetapi sangat rapi. Meski hanya separuh wajahnya yang utuh, tapi aku tahu kalau dia adalah perempuan yang sangat cantik. Bulu matanya lentik, matanya belok, hidungnya mancung dan bibirnya tipis.
Setelah bikin orang jantungan sebab dia tiba-tiba berteriak keras sekali, sekarang dia malah melenggak lenggok layaknya penari dengan gerakan yang luwes dan indah. Tapi satu sisi badannya yang seperti bekas terbakar hebat terlihat sangat kaku.
Jadi terlihat sangat aneh karena ada satu badan tapi punya dua gerakan yang berbeda.
“Dimas, Dimas. Bangun, Sayang. Jangan begini lagi!” seru Bu Rahayu dengan sangat panik waktu tubuh Dimas berdiri k