Begitu masuk ke dalam rumah, suasananya sama persis dengan yang ada disana. Bahkan furniturenya juga sama persis. Jadi rasanya kayak nggak pindah.
“Kalian pasti heran kenapa tempat ini sama kayak yang disana,” ujar Bu Rahayu seakan tahu sama pikiranku dan mungkin pikiran Steve dan Ki Mengkis juga sama.
“Ibu sengaja bikin rumah yang sama persis karena biar hemat. Kalau beli dua design kan harus bayar dua. Kalau ini seperti by one get one kan.” Bu Rahayu bisa aja.
“Kalau furniturenya memang sengaja bikin sama, Ibu males milih-milih. Makanya model rumahnya sama, furniturenya juga sama biar nggak pusing-pusing.” Bu Rahayu tertawa sendiri bikin aku, Ki Mengkis dan Steve salinmg berpandangan.
“Kalau begitu, kamarku yang itu aja ya,” ucapku sambil menunjuk kamar yang ada di sisi kiri ruangan,