Sepanjang belanja mata orang-orang tertuju pada dua cowok yang jalan di depanku. Aku sampai nggak konsen sebab mataku malah terus-terusan mengamati orang-orang yang menoleh ke arah Steve dan Dimas.
Lama-lama aku kok jadi gemes juga. Padahal mereka ini orang desa, tapi kok kalau melihat orang cakep nggak ada sungkan-sungkannya. Duh, aku langsung menerobos masuk ke tengah-tengah dua cowok itu dan menggandeng tangan mereka berdua.
Sikapku ini bikin Steve kaget sekaligus nggak suka karena satu tanganku menggamit tangan Dimas. Tapi aku nggak ambil pusing sama isyaratnya supaya aku melepaskan dimas.
Eh Steve malah menarik lengannya dan menggeserku ke sisi kiri lalu merangkul pundakku. Dasar bocah gemblung yang nggak ngerti jalan pikiranku.
“Hon, kamu mau beli apa?” tanya Steve yang bikin ak