Alamak, kayaknya aku bikin kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Bahkan ini yang paling buruk diantara keduanya. Kok ya bisa aku terpedaya sama omongan hantu mbah-mbah padahal aku sempat tak percaya.
Waktu melihat Mbah lanang yang keluar dari botol, aku langsung tahu kalau aku kena bujuk rayu hantu.
Hantu mbah lanang yang memiliki wajah menyeramkan apalagi dengan kumis putihnya yang tebal bikin aku merasa merinding bulu roma. Apalagi waktu melihat matanya yang merah bercahaya seperti api yang membara.
Meskipun dia belum ngomong apa-apa, tapi hawa negatifnya sangat terasa. Badanku sampai gemetaran karena menyadari kalau aku dalam bahaya. Tapi nggak tahu kenapa rasa takut bikin aku merasa kalau melarikan diri adalah pilihan yang paling tepat.
Dengan gemetar aku melangkah mundur sampa