Astaganagana, Dimas tuh laris bener ya. Nggak manusia, nggak hantu, nggak tua, nggak muda semua pada kena sihir cintanya.
Aku mengamati Dimas yang rebahan di sofa. Tubuhnya masih lemah sebab lagi-lagi tubuhnya jadi sasaran empuk hantu.
“Mbak jangan segitunya ngeliatin aku. Ntar jatuh cinta, bingung lho.” Candaan Dimas nggak bikin aku tertawa malah bikin mendecak.
“Kamu sama Steve mah nggak ada apa-apanya. Nggak usah sok keren kalau di depanku deh,” balasku sambil mengibaskan tangan.
Aku sudah pernah dibikin klepek-klepek sama hantu beberapa bulan yang lalu, kejadian itu sudah bikin aku kapok dan nggak mau dapat masalah lagi.
“Pengasihannya sangat besar,” desah Ki Mengkis saat melihat Dimas yang memang sangat mudah menggaet perempuan.
“Aku tahu, Dan. Sejak kecil dia selalu disukai ora