Mataku nggak berkedip waktu memandangi Rascal yang sedang sarapan. Membayangkan bagaimana kalau aku kasih racun di makanannya biar sakit perut dan nggak bisa melindungi Burhan.
“Burhan sudah bayar DP-nya,” ujar Rascal bikin aku mendecih.
“Emang berapa DP-nya?” Palingan juga sejuta buat tanda jadi, pikirku.
“Tiga puluh juta,” ucap Rascal sukses bikin aku tersedak air ludahku sendiri.
“Pastikan dia nggak datang kesini kecuali mau kumasukin botol bekas minuman kadaluwarsa,” ucap Rascal bikin aku melotot.
“Jaga Burhanmu itu. Kalau ketemu, mau kukubur hidup-hidup di belakang rumah,” balasku nggak mau kalah.
Steve yang sedang sarapan di sebelahku langsung menyentuh tanganku, bikin aku memandangnya tapi dengan mata melotot. Kesal setengah mati sama sikap Rascal tapi sebel juga sama Steve ya