Kalina melepaskan pegangan tangan Serena di tangannya. Kemudian beranjak dari posisi duduknya.
“Lo beneran mau pergi, Kal. Mau ninggalin gue sendirian di sini?”
“Ada Kak Zean dan Kak Ken yang bakalan ada di sisi lo, Ren.”
“Tapi sahabat gue itu ya elo.”
“Nanti gue hubungin lo, ya. Gue janji bakalan ceritain semuanya sama lo tanpa terkecuali. Tapi untuk saat ini, gue hanya bisa ceritain sedikit saja.”
“Gue pamit.” Langsung berbalik badan dan berjalan cepat meninggalkan Serena yang sedang menangis.
“Kal! Lo nggak boleh pergi!”
Mengejar langkah Kalina, tapi tak terkejar. Dia keburu menghentikan laju sebuah taksi yang lewat dan langsung masuk ke dalam keandaraan itu.
Serena terduduk di jalanan, hanya bisa menangis menatap kepergian Kalina yang mendadak.
“Lo jahat, Kal. Ninggalin