Tak tahu berapa lama dirinya tertidur, tapi saat bangun mendapati Zean ada di sampingnya. Terlelap tidur berbantalkan lengan. Satu tangannya juga berada dalam genggaman dia.
Bangun, kemudian perlahan menyambar ponsel miliknya yang ada di nakas, tapi malah tak terjangkau oleh tangan. Tak akan membangunkan Zean, karena kasihan. Dia akhir-akhir ini kurang istirahat karena menjaga dirinya siang dan malam.
Matanya mengarah pada ponsel milik Zean yang ada di samping dia. Tersenyum , kemudian menyambar benda pipih itu.
“Maaf, aku pinjam ponselmu sebentar, Kak,” gumamnya perlahan.
Mulai mengetikkan beberapa pesan. Selesai, kemudian langsung mengirim. Ya, siapa lagi yang ia kirimi pesan kalau bukan Ken, kakanya. Karena perkara Kalina, itu ada hubungannya dengan sang kakak.
Tak lama, sebuah ba