Saat sibuk di kamar, tiba-tiba mamanya terdengar memanggil dengan nada berteriak dari arah bawah. Tak tahu kenapa, tapi bawaannya kok takut aja gitu. Seolah sebuah masalah sedang menunggunya di bawah sana.
Segera keluar dari kamar dan berjalan cepat menuruni anak tangga. Langsung melipir menuju ruang keluarga. Saat sampai, ia dapati Alya dan Bagas duduk di sofa, seperti sedang menunggunya untuk diinterogasi.
“A-ada apa ya, Ma?”
Alya menghela napasnya panjang, ketika memulai perkataan. “Kenapa kamu tampak gugup? Seakan-akan sedang melakukan kesalahan.”
Kalina tak menjawab, tapi ia memilih untuk berupaya tenang dan duduk di kursi yang berhadap-hadapan dengan mereka.
“Sudah selesai membereskan barang-barang milikmu?” tanya bagas.
“Dikit lagi, Pa. Tapi aku nggak bawa banyak barang, kok.