Sampai di teras, Kalina menghentikan langkahnya. Kemudian menatap tajam pada Kenzie yang ada dihadapannya. Lihatlah, betapa menyebalkannya dia. Dirinya sedang mode kesal, malah memberikan sebuah senyuman manis tiada tara. Jelas dirinya sebagai gadis yang suka baperan, dibuat kelabakan lah.
“Kenapa?” tanya Kenzie dengan ekspressi Kalina saat menatapnya.
“Kakak masih tanya kenapa?”
“Tentu saja.”
“Aku tuh mau menghindari masalah, tapi Kakak malah membuat masalah baru dan mengajakku masuk ke dalamnya. Paham nggak, sih?”
“Aku nggak mau memahami,” respon Ken abai.
“Kak, Ken ...”
“Apa, sih, Kal?”
“Aku kesal padamu,” berengutnya langsung berlalu pergi dari hadapan Kenzie dan berjalan cepat memasuki mobil yang terparkir di depan teras.
Melihat sikap Kalina, Ken menahan tawanya. Oke, keduan