Tengah malam, Serena tak bisa tidur nyenyak. Bukan memikirkan dirinya, tapi justru memikirkan keadaan Kenzie, kakaknya. Apalagi kalau bukan masalah yang dia hadapi dengan Kalina.
Sebagai sahabat, jujur saja ia benar-benar merasa sedih saat tahu Kalina akan pergi, tapi justru lebih sedih lagi dengan perasaan Ken. Dia bukanlah seorang cowok yang mudah dekat dengan seorang cewek, tapi di saat hati dia mendekat pada Kalina, justru mau ditinggal.
Beranjak dari posisi tidurnya. Kemudian menyambar ponsel yang ada di nakas. Mencoba menghubungi Kalina, tapi ternyata hasilnya masih sama. Tak aktif.
Menghela napasnya panjang. “Sepertinya dia ganti nomer,” gumamnya mulai mencari kontak lain di daftar kontak yang ada di menu ponselnya. Saat dapat, langsung menghubungi nomer yang tertera.
Panggil