Serena segera berlalu pergi dari rumah sana. Sampai di ruang utama, kembali bertemu dengan Alya, mamanya Kalina. Tadinya mau langsung pergi saja, tapi rasa penasarannya justru tiba-tiba muncul.
“Tante, aku boleh nanya sesuatu nggak?”
“Ya?”
“Apa Kalina yang mutusin ini semua?”
“Maksud kamu tentang kepindahan dia?”
Serena mengganggu.
“Iya,” jawab Alya. Toh, memang itu kenyataannya, kan. “Mungkin kamu juga berpikir kalau Tante yang maksa dia ikut, seperti biasanya, kan? Hanya saja untuk kali ini enggak, Ren. Ya, Tante memang mengajak dia, meskipun udah ketebak kalau dia menolak, sih. Tapi ternyata dia mau ikut.”
“Nggak ada hal lain?”
“Tentang Kenzie?”
Mendengar itu, Serena sekarang yakin kalau Alya sudah tahu tentang hubungan kakak dan sobatnya.
“Maaf, Tante ... jika kakakku ja