Sampai di rumah, Zean tak membangunkan Serena, melainkan langsung saja menggendong gadis itu masuk ke dalam rumah. Sepertinya saat kendaraannya memasuki area halaman rumah, mamanya Serena mendengar kedatangannya ... hingga saat mobil berhenti, beliau langsung membukakan pintu.
“Ya ampun, ini gimana ceritanya Serena bisa sama kamu, sih, Ze? Padahal tadi jelas-jelas udah tidur,” ujar Norin malah bingung sendiri.
Zean tak menjawab pertanyaan itu, melainkan langsung saja membawa gadis yang tengah terlelap di pangkuannya itu masuk ke dalam rumah dan lanjut menuju kamar.
Membaringkan di kasur. Berniat menarik sweater miliknya yang menutupi tubuh Serena ... malah tak bisa karena dia pegang.
“Tidur yang nyenyak, ya.” Mengecup dahi Serena dengan lembut, kemudian segera pergi dari sana.
Kembal