Kenzie sampai di Bandara seperti permintaan Kalina semalam. Menurut perkiraan waktu, ia tak telat. Justru lebih cepat sekitar tiga puluh menit. Karena berpikir lebih cepat lebih baik.
Mengedarkan pandangannya ke sekitar bandara yang dipenuhi oleh orang-orang yang lalu lalang. Agak membingungkan memang, karena mencari seseorang tanpa bisa tahu posisi pastinya. Dan lagi, Kalina malah tak mengaktifkan ponsel dia. Makin dibuat sulit lah dirinya. Berasa nyari benang emas dua puluh empat karat, dalam tumpukan emas palsu.
Baru juga berbalik badan, tiba-tiba kaget saat langsung dihadapkan pada sosok yang membuatnya pusing mencari. Berasa diberikan sebuah angin segar, saat senyuman itu ia dapatkan. Tanpa pikir panjang, langsung saja menarik dia ke dekapannya. Memeluk erat, seakan tak ingin dia l