Keesokan harinya. Cherry memaksa untuk segera pulang. Tapi, kondisinya terlalu lemah sehingga dokter tak mengabulkannya.
Pukul sembilan pagi, Barry kembali ke rumah sakit. Dia nampak kusut karena pusing dengan semua yang terjadi.
Dia tak bisa mengabaikan Cherry meski dia telah tersakiti soal ibunya. Dia tetap datang untuk mengecek kondisinya. Cherry pagi-pagi sekali dipindahkan ke ruang rawat inap. Kelas VIP dimana hanya ada dia sendiri di ruangan besar itu.
Barry masuk ke ruang UGD tapi tak bisa menemukan Cherry. Kemudian dia bertanya pada salah seorang perawat. Tapi, dia tak memberi jawaban karena Barry bukan keluarga Cherry. Sepertinya ada pihak yang melarang orang asing masuk ke ruang rawat inap Cherry dengan alasan tertentu.
Barry melangkah dengan gontai kembali ke luar ruangan.