Rania menutup pintu apartemennya dengan napas terengah-engah. Tangannya masih mencengkeram ponsel erat-erat, sementara pop-up notifikasi LoveQuest melayang di udara.
[LEVEL UP! Selamat, Rania telah naik ke Level 2 dalam LoveQuest!]
Dia menatap tulisan itu dengan wajah penuh frustasi.
"Apa-apaan ini?! Baru juga level 2, tapi aku sudah hampir kena serangan jantung!"
Seakan menjawab keluhannya, layar ponselnya kembali menyala.
[Level 2: Fitur baru telah terbuka!]
[Fitur ‘Daily Quest’ kini aktif! Selesaikan satu misi setiap hari untuk bonus EXP!]
"APA?! Aku harus main tiap hari?!"
Rania ingin melempar ponselnya ke dinding, tapi kemudian dia ingat bahwa dia masih mencicilnya. Dengan gerakan kasar, dia menggeser notifikasi itu ke samping dan melempar tubuhnya ke atas kasur.
BRAK!
Dia membenamkan wajah ke bantal dan menjerit.
Adrian.
Sekarang dia bukan hanya gagal menggoda cowok itu, tapi juga membuatnya berpikir bahwa dia suka padanya! Dan yang lebih parah, Adrian bisa melihat sistem ini!
"Kenapa harus dia sih?!"
Rania menendang selimutnya dengan frustrasi. Seharusnya cowok pertama yang ia temui tadi pagi adalah kurir paket atau tukang galon! Kenapa justru Adrian, tetangganya yang dingin dan sinis itu?!
Sementara dia masih meratap, ponselnya kembali bergetar.
[Daily Quest Aktif!]
[MISI HARI INI: Kirim pesan menggoda ke Adrian untuk +20 EXP.]
[Waktu tersisa: 23 jam 58 menit.]
Rania hampir pingsan di tempat.
"Oh tidak… tidak… aku nggak bisa…"
Dia buru-buru menekan tombol "Tolak Misi", tapi…
[Daily Quest tidak dapat ditolak. Jika tidak diselesaikan dalam 24 jam, hukuman akan diberikan.]
Dada Rania terasa sesak.
Kenapa sih sistem ini hobi banget ngasih hukuman?! Dia bahkan belum tahu hukuman seperti apa yang bisa terjadi kalau gagal menyelesaikan misi!
Dengan hati berat, dia membuka aplikasi chat. Tangannya melayang di atas keyboard.
Apa yang harus dia kirim?
"Hai, Adrian~ Aku nggak bisa berhenti mikirin kamu sejak tadi pagi."
Rania membaca kalimat itu dan langsung menghapusnya. Terlalu lebay.
Dia mengetik lagi.
"Kamu keliatan keren tadi pagi, loh."
Tangan Rania langsung kaku. YA AMPUN, APA-APAAN INI?!
Tidak. Tidak mungkin dia mengirim pesan seperti itu ke Adrian.
Tapi kalau dia tidak melakukannya, hukuman menunggunya.
Dengan pasrah, dia akhirnya mengetik sesuatu yang lebih simpel.
"Lagi apa?"
Setelah menekan kirim, dia langsung menutup aplikasi chat dan melempar ponselnya ke sisi kasur.
Lima detik kemudian, ponselnya berbunyi.
Dengan jantung berdebar, Rania mengambilnya dan membaca pesan balasan dari Adrian.
"Kenapa?"
Sial, kenapa jawabannya seformal ini?!
Rania kembali mengetik dengan hati-hati.
"Nggak papa. Cuma pengen ngobrol."
Balasan Adrian datang cepat.
"Lo nggak biasanya kayak gini."
Rania mencengkeram ponselnya erat-erat. Oke, jelas Adrian curiga.
[Daily Quest masih belum selesai! Kirim pesan menggoda!]
Dia ingin menangis. Baiklah, dia harus menyelesaikan ini secepat mungkin.
Dengan napas tertahan, dia mengetik:
"Aku baru sadar, kamu punya mata yang bagus."
Begitu menekan "Kirim", dia menjerit dan menutup wajahnya dengan bantal.
Apa yang baru saja dia lakukan?!
Ponselnya berbunyi lagi.
Adrian: "…"
Adrian: "Rania, lo mabuk?"
Rania: "TIDAK!"
Adrian: "Terus kenapa tiba-tiba muji mata gue?"
Rania panik. Dia harus segera menyelesaikan ini sebelum Adrian semakin curiga!
Dengan cepat, dia mengetik:
"Kenapa? Nggak boleh ya aku muji kamu?"
Adrian tidak langsung membalas. Beberapa detik kemudian, Rania melihat notifikasi baru muncul di ponselnya.
[MISI SELESAI! +20 EXP!]
Rania langsung menghembuskan napas lega.
Namun, sebelum dia bisa menikmati kebebasan ini, ponselnya berbunyi lagi.
Adrian: "Lo jatuh cinta sama gue ya?"
Rania: "APA?! Nggak mungkin!"
Adrian: "Terus kenapa lo tiba-tiba jadi aneh?"
Rania buru-buru mencari alasan.
Rania: "Lagi eksperimen aja. Katanya, kalau kita memuji orang lain, kita juga bisa merasa lebih bahagia."
Adrian tidak membalas selama beberapa menit. Rania mulai takut bahwa dia semakin curiga, tapi akhirnya sebuah pesan muncul.
Adrian: "Oke. Kalau gitu, sekarang giliran gue."
Rania menegang. Giliran apa?
Adrian: "Rania, lo punya cara yang unik buat bikin hidup gue lebih seru."
Rania membaca pesan itu berulang kali, lalu pipinya langsung memanas.
TUNGGU. APA INI JUGA TERMASUK GODAAN?!
Sistem tidak berbunyi, jadi sepertinya itu bukan bagian dari LoveQuest, tapi tetap saja…
Sial, kenapa jantungnya jadi berdebar sekarang?!
---
Esok paginya, Rania bangun dengan lingkaran hitam di bawah matanya. Dia tidak bisa tidur semalaman karena terus memikirkan pesan Adrian.
Apakah itu hanya candaan? Atau… sesuatu yang lain?
Saat dia berjalan ke dapur untuk mengambil kopi, sebuah notifikasi baru muncul.
[Selamat pagi, Rania! Saatnya Daily Quest baru!]
[MISI HARI INI: Bertemu Adrian secara langsung dan lakukan kontak fisik selama minimal 10 detik. +25 EXP!]
[Waktu tersisa: 23 jam 59 menit.]
Rania menatap layar ponselnya dengan ekspresi putus asa.
Sial.
Sepertinya ini akan menjadi hari yang panjang.
Bersambung...