Rania mengaduk kopinya dengan lesu. Matanya masih terpaku pada layar ponselnya yang menampilkan misi LoveQuest untuk hari ini.
[MISI HARI INI: Bertemu Adrian secara langsung dan lakukan kontak fisik selama minimal 10 detik. +25 EXP!]
[Waktu tersisa: 23 jam 59 menit.]
"Kenapa harus kontak fisik, sih?" keluhnya.
Dia baru saja mengalami kejadian memalukan kemarin, dan sekarang sistem ini malah menyuruhnya menyentuh Adrian lagi? Sejujurnya, dia tidak yakin bisa menghadapi cowok itu setelah insiden pesan teks semalam.
Apalagi, setelah Adrian mengirimkan pesan aneh seperti:
"Rania, lo punya cara yang unik buat bikin hidup gue lebih seru."
Hanya mengingatnya saja sudah membuat Rania ingin bergulung di lantai karena malu.
"Aku harus cari cara buat menyelesaikan misi ini secepat mungkin," gumamnya.
Dia melirik jam. Masih pukul 8 pagi. Adrian biasanya keluar sekitar pukul 9 untuk pergi ke kampus tempatnya mengajar.
Kalau dia bisa mengatur waktunya dengan baik, mungkin dia bisa bertemu Adrian di lorong apartemen dan "secara tidak sengaja" bersentuhan dengannya.
Sempurna.
---
Pukul 8:55, Rania berdiri di depan pintu apartemennya, mengintip melalui lubang intip.
Benar saja, beberapa menit kemudian, Adrian keluar dari apartemennya.
"Baiklah, ini saatnya," bisik Rania.
Dengan napas tertahan, dia buru-buru membuka pintu dan berpura-pura berjalan keluar dengan santai. Namun, sialnya, karena terlalu gugup, dia tidak memperhatikan langkahnya sendiri.
BRUK!
"Aduh!"
Dia menabrak Adrian dengan keras, dan dalam sepersekian detik, tubuhnya hampir jatuh ke belakang. Untungnya, refleks Adrian cukup cepat—dia langsung menangkap Rania sebelum jatuh ke lantai.
Dan begitulah… tiba-tiba mereka berada dalam posisi yang sangat canggung.
Rania mendongak, matanya bertemu langsung dengan mata Adrian yang hanya berjarak beberapa senti darinya.
[MISI HARI INI: Waktu berjalan… 3 detik… 4 detik…]
Astaga, kenapa hitungannya terasa lama sekali?!
Adrian masih memegang kedua lengannya, menatapnya dengan ekspresi bingung. "Lo nggak apa-apa?"
Jantung Rania berdebar. "Uh, iya… Aku cuma—"
[5 detik… 6 detik…]
Dia berusaha berdiri tegak, tapi kakinya tersandung sedikit, membuat Adrian harus menahan pinggangnya agar dia tidak terjatuh lagi.
[7 detik… 8 detik…]
Rania membeku.
Oke. Sekarang Adrian benar-benar sedang memegang pinggangnya.
Oh. My. God.
Adrian tampaknya baru menyadari juga, karena dia buru-buru melepaskannya. "Sori."
Rania hampir kehilangan keseimbangan lagi, tapi segera berdiri tegak. "T-tidak apa-apa!"
[10 detik… MISI SELESAI! +25 EXP!]
Rania hampir menangis bahagia. Akhirnya!
Namun, Adrian masih menatapnya dengan curiga. "Kenapa lo kayaknya gugup banget?"
"APA?! NGGAK, AKU NGGAK GUGUP!" jawab Rania dengan nada yang jelas-jelas terlalu keras.
Adrian menaikkan alis. "Oke…"
Dia melirik arlojinya. "Gue harus pergi sekarang. Jangan nabrak orang lagi, ya."
Rania mengangguk cepat, lalu buru-buru masuk kembali ke apartemennya begitu Adrian berbalik.
Begitu pintu tertutup, dia langsung menjatuhkan diri ke lantai.
Ya Tuhan, ini terlalu melelahkan untuk mentalnya.
Tapi… hei!
Dia berhasil menyelesaikan misi tanpa membuat dirinya terlihat terlalu aneh!
---
Namun, kesialan Rania tidak berhenti sampai di situ.
Ketika dia kembali menyalakan ponselnya, sebuah pop-up baru muncul.
[Selamat! Anda telah menyelesaikan tiga Daily Quest berturut-turut!]
[Bonus: Fitur ‘Random Event’ telah terbuka!]
Rania mengerutkan kening. "Apa lagi ini?"
Dia buru-buru membuka menu LoveQuest dan menemukan penjelasannya.
[Random Event: Sebuah kejadian acak akan terjadi setiap minggu untuk meningkatkan pengalaman cinta Anda!]
Sebelum Rania bisa mencerna informasi itu, layar ponselnya tiba-tiba berbunyi keras.
[RANDOM EVENT AKTIF!]
[TEMA: KEBETULAN YANG TAK TERDUGA]
[Dalam waktu 24 jam ke depan, Anda akan mengalami ‘kebetulan’ dengan target yang terhubung dengan sistem.]
"Hah?"
Tunggu, maksudnya…
BRAK!
Suara pintu apartemen terbuka begitu keras membuat Rania tersentak.
Dan sebelum dia bisa berpikir lebih jauh, Adrian sudah berdiri di ambang pintu apartemennya.
Dengan koper di tangannya.
Dan ekspresi sangat tidak senang.
"Apa?! Kenapa kamu ke sini?!" Rania hampir tersedak udara.
Adrian mendesah panjang, lalu mengangkat kunci apartemennya dan menggelengkan kepala. "Kunci gue patah di dalam lubang kunci. Gue nggak bisa masuk."
Rania menatapnya dengan mulut sedikit terbuka.
BRAK!
Pintu apartemen Adrian tertutup oleh hembusan angin, dan sekarang dia benar-benar terkunci di luar.
Adrian mengusap wajahnya dengan pasrah. "Lo ada tempat buat gue numpang tidur malam ini?"
[RANDOM EVENT TERPICU: Adrian akan tinggal di apartemen Anda selama 24 jam ke depan!]
Rania langsung membatu.
Oke.
Sekarang dia benar-benar dalam masalah.
Bersambung…