"Aku mau nanya deh sama kamu, Mas," ucap Keysa, saat mereka tengah berada di dalam mobil dan langsung membuat Dion menolehkan kepalnya ke arah Keysa.
"Apa yang mau ditanyakan?" sahut Dion, dan Keysa tak langsung mengutarakan pertanyaan yang berada di dalam pikirannya.
Hanya menatap wajah sang kekasih, yang memang sudah cukup lama tidak ia lihat. Mengulas senyum, karena apa yang berada di sampingnya itu adalah laki-laki yang memiliki banyak kenangan dengan dirinya.
"Kamu itu pergi ke kota mana, sih? Kok sampai lama banget waktunya? Terus, di sana itu ngapain aja?" tanya Keysa pada akhirnya.
Dan detik itu juga, Dion langsung mengulas senyum, lalu beberapa detik kemudian ia pun menjawab, "Mau tau? Nanti ya, ada waktunya sendiri buat tau hal itu."
"Tenang aja, saya pasti bakalan ngasih tahu ke kamu kok, tapi waktunya itu bukan sekarang," sambung Dion, yang justru membuat Keysa bertambah semakin heran.
"Eh, kok panggilannya kek gitu sih? Aku enggak suka ya, kek lagi ada di kantor aja formal gitu," protes Keysa, dan Dion yang mendengar itu pun langsung mengulas senyum.
"Oh iya, ngomong-ngomong tentang kantor, kamu selama ini selalu berangkat ke kantor atau enggak?" tanya Dion, mengalihkan pembicaraan.
Sebenarnya, apa yang ia tanyakan itu sudah memiliki jawaban. Namun, karena memang dirinya ingin mendengar jawabannya langsung dari sang kekasih.
"Berangkat terus, dong! Tapi, aku itu berangkatnya diantar sama Rama," jawab Keysa, lalu mengulas senyum.
"Diantarnya sampai di depan kantor?" tanya Dion lagi, karena memang daripada idak ada perbincangan sama sekali.
Keysa menggelengkan kepala. "Bukan, aku enggak berani kalau diantar sampai di depan kantor. Jadi, sampai di cafe yang ada di samping kantor itu."
"Kamu itu mau ngasih tau ke aku kapan, Mas?" tanya Keysa lagi, terlihat sekali jika perempuan itu memang sudah sangat tidak sabar sekali untuk mengetahui jawaban tersebut.
"Ngasih tau tentang apa, Sayang?" tanya Dion, yang memang tidak tahu tentang apa yang tengah diutarakan oleh sang kekasihnya itu.
Keysa tak langsung menjawab, perempuan itu menghembuskan napas terlebih dulu. "Ya ampun, Mas, tentang itu ... kenapa kamu itu pergi ke luar kota dan juga ngapain aja di sana."
Tanggapan yang dikeluarkan oleh Dion hanya membulatkan mulutnya saja, dengan kedua mata yang tetap saja fokus pada lalu lintas. Hal itu tentu saja membuat Keysa sedikit merasakan kesal.
"Kamu mah gitu ya, Mas! Orang aku nanya, kok malahan enggak dijawab sama sekali!" protes perempuan tersebut.
Dion pun segera menolehkan pandangannya ke arah Keysa, lalu tersenyum dan pada detik berikutnya barulah ia menjawab, "Bukannya aku itu udah ngasih tau ke kamu, kalau itu semua nanti akan ada saatnya sendiri."
"Iya, Keysa juga tau, tapi aku itu udah enggak sabar banget! Kenapa enggak dikasih tau sekarang aja sih, Mas?" tawar Keysa, seraya menunjukkan cengiran andalannya itu.
Membuat Dion langsung menggerakkan tangan kanannya untuk mengusap pelan kepala milik sang kekasih, lalu berucap, "Sabar sedikit aja dong, Sayang."
Bertepatan dengan apa yang diucapkan oleh Dion, membuat Keysa langsung mengerucutkan bibir. Hal itu tentu saja menjadi sesuatu yang tak mengenakkan bagi Dion.
Laki-laki itu langsung menghembuskan napasnya dan pada akhirnya ia pun berucap, "Ya udah, kalau gitu kita besok ke sana."
"Sesuai sama apa yang kamu mau tadi, kita bakalan ke kota yang beberapa bulan terakhir dikunjungi sama aku," ujar Dion, dan senyuman yang sangat lebar langsung tampil di wajah milik Keysa.
"Nah, gitu kek dari tadi. Jadi, aku itu kan enggak usah capek-capek buat nagih dan juga ngingetin!" ucap Keysa, di dalam hatinya sudah cukup tenang setelah mendengar hal itu.
Namanya juga perempuan, selalu saja menuntut hal yang berupa kepastian. Sama halnya dengan Keysa, ia akan terus bertanya tentang hal itu, sebelum mendapat jawaban yang pasti.
"Kalau udah tahu kapan pastinya, baru kamu bisa tenang gitu?" tanya Dion, untuk memastikan jika opini yang ia miliki dari hasil menganalisa sikap Keysa adalah benar.
Dengan wajah yang sangat percaya diri sekali, Keysa langsung menganggukkan kepalanya. "Padahal, enggak terlalu susah juga, kan, Mas buat bilang kek gitu?"
"Memang enggak susah sama sekali, tapi masalahnya itu, aku mau buat kejutan. Makanya dari beberapa bulan sebelumnya kamu enggak dikasih tau sama sekali," tutur Dion, sedikit memberi bocoran tentang hal yang tengah ia rahasiakan.
"Enggak usah ada kejutan lagi kalau sama aku mah, enggak ada yang perlu repot-repot. Santai aja," sahut Keysa, meski sebenarnya jauh di dalam hati ia tak merasa tenang sama sekali.
Tentu saja hal itu disebabkan karena mendengar kata 'kejutan' yang tadi diutarakan oleh sang kekasih.
Hati Keysa juga bertanya-tanya, apa yang akan ia dapat nantinya, tetapi sangat tidak mungkin sekali jika harus mengharapkan sesuatu yang sangat mustahil sekali untuk tercapai.
'Kira-kira, yang jadi kejutan buat aku itu apaan, ya?' tanya Keysa di dalam hatinya.
Karena memang rasa penasaran itu sudah sangat mengelabui dirinya. Bahkan ia kini hanya diam, dengan tatapan yang mengarah ke satu tempat.
"Sayang! Jangan melamun, enggak baik!" tegur Dion, seraya menyenggol pelan pundak Keysa.
"Eh!" Hanya itu saja yang keluar dari mulut perempuan tersebut, lalu kepala Keysa langsung berputar untuk melihat ke arah Dion.
"Kenapa? Apa ada yang dipikirin?" tanya Dion langsung. Dari raut wajah laki-laki itu, tersirat akan kekhawatiran yang begitu besar.
Bagaimana tidak khawatir, apalagi Keysa adalah satu-satunya perempuan yang bisa mendapatkan hati dirinya itu.
"Jangan bilang, kalau kamu itu lagi mikirin tentang apa yang bakalan aku kasih ke kamu?" tebak Dion, saat Keysa tak kunjung menjawab pertanyaan dari Dion.
Dan ternyata, tebakan yang keluar dari mulut Dion adalah benar, tetapi tentu saja Keysa tak ingin membenarkan hal itu.
Keysa memilih untuk berbohong, dengan cara menggelengkan kepalanya pelan, lalu menjawab, "Enggak kok. Kamu itu jadi orang kok selalu aja sok tau!"
"Bukannya sok tau ya, Sayang! Tapi dari wajah kamu itu emang keliatan banget, tentang aja, nanti kamu juga pasti bakalan tahu kok kek gimana."
"Apa yang dimaksud kejutan, dan lagipula kejutan itu hanya buat kamu aja. Aku enggak ngasih tau ke siapa pun. Bahkan, orang tua aku aja enggak tau apa-apa tentang hal ini," ujar Dion menjelaskan, sekaligus menenangkan.
"Aku udah gak sabar banget buat liat kejutan itu, Mas," ungkap Keysa sangat jujur.
Dion hanya mengulas senyum saja, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, dan juga fokusnya itu tengah mengarah ke lalu lintas. Jika terus saja berbicara dengan sang kekasih, takut konsentrasi tersebut akan langsung hilang.