"Jun." Gadis berambut sedikit bergelombang hitam, berkulit agak coklat itu, sedang menyelami mimpi di malam hari. Jiwa raganya lelah, akibat masalah, yang dirinya akibatkan sendiri. Juni menginginkan kedamaian, namun, dirinya terlanjur basah tenggelam oleh kesalahan. "Juni." Gadis dengan nama panjang Astina itu mengerutkan kening. Bohong bila Juni mengatakan tidak masalah. Kejujuran yang ada di hatinya, malah mengatakan kegundahan. Juni terjebak oleh keinginan konyol akan kesempurnaan. Terkurung, terikat, hingga gadis itu, terperdaya di dalamnya. Ayah dan ibunya tidak mungkin senang mendengar putri sulung mereka, berakhir menyedihkan seperti ini. Lalu harus seperti apa lagi Juni melangkah?
Cahaya kemerahan di langit sebelah timur, muncul menjelang matahari terbit, memasuki kaca jendela, m