Sekolah yang dibangun pemerintah dekat perbatasan, berada tepat di Desa Jangkar, agar masyarakat sekitar tetap bisa menuntut ilmu di sana. Bangunan sederhana bertingkat tiga lantai, dengan mata pelajaran dan guru-guru, yang bisa dibilang cukup untuk membuat murid-muridnya tidak kalah bersaing dengan sekolah kota. Fiora memasuki kelas, meyampirkan tas, lalu, duduk sebentar merekam semua memori saat pertama kali dirinya menginjakkan kaki. Waktu itu, ia memasuki kelas dengan perasaan senang membanggakan, lalu kini, dirinya berakhir memasuki kelas dengan perasaan menyedihkan.
Fiora sudah mengambil keputusan, tanda fisik bahwa ia sudah menetapkan suatu keputusan yang amat besar dan berat ialah, rambut hitamnya, terpotong lebih pendek sebatas leher, bagian sisi helaian samping memiliki panjang