Arc 1 - Kota yang Hilang
Dunia telah berubah. Kota-kota yang dulu bersinar dengan cahaya neon kini hanyalah reruntuhan penuh darah dan mayat hidup. Jalanan yang dulu ramai kini dipenuhi jeritan putus asa. Virus Requiem merenggut segalanya—keluarga, sahabat, peradaban.
Di antara sisa-sisa kehancuran, seorang pemuda berlari melintasi gang sempit, napasnya tersengal.
Renji Akatsuki, 19 tahun, wajahnya berlumuran keringat dan darah—bukan darahnya sendiri. Ia menggenggam pisau berlumuran cairan hitam yang berasal dari kepala zombie yang baru saja ditebasnya. Di belakangnya, suara geraman dan langkah kaki menyeret menggema.
"Aoi! Kenta! Kita harus pergi sekarang!" Renji berteriak.
Di ujung jalan, dua sosok muncul—Aoi Kanzaki, gadis berambut pendek dengan senapan di tangannya, dan Kenta Sagara, mantan tentara dengan pisau taktis.
"Jangan berteriak, dasar i***t! Mereka bisa mendengar kita!" Aoi mendesis.
"Kalau begitu, ayo cepat kabur sebelum mereka mendengar lebih banyak!" balas Renji.
Namun, saat mereka hendak lari, suara ledakan mengguncang udara. Dari ujung jalan, tembok gedung runtuh, dan dari balik puing-puing, gerombolan zombie muncul dalam jumlah besar.
Mereka terjebak.
"Kita dikepung!" seru Kenta sambil mencabut pistolnya.
Aoi mengangkat senapan dan menembak kepala zombie terdekat. "Jalan keluar?"
Renji mengamati sekitar. Satu-satunya jalan adalah gedung tua di kanan mereka. "Ke dalam gedung itu! Cepat!"
Mereka berlari melewati pintu kayu yang hampir roboh dan menutupnya secepat mungkin. Suara pukulan dan geraman terdengar dari luar.