"Kita dikepung!" seru Kenta sambil mencabut pistolnya.
Aoi mengangkat senapan dan menembak kepala zombie terdekat. "Jalan keluar?"
Renji mengamati sekitar. Satu-satunya jalan adalah gedung tua di kanan mereka. "Ke dalam gedung itu! Cepat!"
Mereka berlari melewati pintu kayu yang hampir roboh dan menutupnya secepat mungkin. Suara pukulan dan geraman terdengar dari luar.
"Apa kita aman?" tanya Aoi.
Kenta menggeleng. "Tidak. Mereka akan masuk dalam beberapa menit."
Renji melihat tangga menuju lantai dua. "Kita naik. Mungkin ada jalan keluar di atas."
Mereka menaiki tangga dengan cepat. Di lantai dua, mereka menemukan jendela yang mengarah ke atap bangunan lain.
"Aku duluan." Renji melompat dan berhasil berguling di atap seberang.
Aoi mengikuti, kemudian Kenta. Namun, saat Kenta hampir sampai, tangannya ditarik sesuatu—seorang zombie yang entah bagaimana sudah berada di lantai dua.
"Kenta!" Aoi berusaha menariknya.
"Aku bisa menangani ini!" Kenta menebas lengan zombie itu, lalu menembaknya di kepala.
Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Dari dalam zombie yang tertembak, sesuatu keluar—tentakel hitam yang bergerak cepat, melesat ke arah Renji.
"Apa-apaan ini?!" Renji menghindar, tapi tentakel itu menggores lengannya.
Sensasi terbakar langsung menjalar di tubuhnya. Matanya melebar saat dia melihat kulitnya yang terkena mulai berubah menghitam sejenak, sebelum kembali normal.
"Apa tadi itu?" gumam Renji.
"Kau baik-baik saja?" Aoi bertanya dengan wajah khawatir.
Renji mengangguk, tapi hatinya dipenuhi pertanyaan.