Indra hanya tersenyum tipis di balik rasa senang yang menyusup di hatinya. Mata Indra menyipit memastikan nama yg tertera di layar GPS, nama Edwin tertera sebagai orang yang sedang memantaunya. Dia memandangi layar monitor mobil untuk memastikan lagi motor yang mengikutinya di belakang, motor Edwin.
Bukannya Indra senang diikuti oleh salah satu anak buah terbaiknya, dia hanya senang melihat keadaan Edwin sekarang sudah baik-baik saja. Indra yakin memar-memar di tubuh Edwin msh ada, kepalanya pasti masih sakit sesekali, tetapi di balik semua cideranya, Edwin masih sanggup berpikir jernih dan mengambil langkah cepat seperti saat ini.
"Kamu pantang menyerah juga ya!" kata Indra lirih. Sama sekali tidak merasa kesal karena Sang Wakil masih saja mengekorinya meskipun Indra memacu kendaraannya