Indra sama sekali tidak menghiraukan perkataan yang keluar dari mulut Arter tersebut. Dia hanya ingin segera membawa Arter sampai ke tempat Prof. Sheo Lee dengan harapan rencananya bisa tercapai sesegera mungkin.
Di waktu yang bersamaan, Edwin melihat Kapten Indra membawa seorang tahanan. Dia mengurungkan niat untuk menyapa kaptennya, mundur beberapa langkah dan memilih berhenti di balik tembok dalam kegelapan sambil mengerutkan dahinya.
"Apa yang hendak dilakukan Kapten Indra?!" batin Edwin dengan rasa penasaran yang berdenyut di dalam hatinya.
Matanya masih mengikuti adegan Kapten Indra setengah menyeret seorang pria berbadan sedang yang memakai seragam tahanan Kota Blue dan mengenakan borgol. Pria itu tidak melawan tetapi gestur tubuhnya memperlihatkan rasa enggan mengikuti Indra.