Sejak Bu Gemoy mengumumkan perihal ulang tahun sekolah, detik itu juga Agnes merasa hidupnya yang semula tenang menjadi rumit. Bayangan Jesslyn yang semakin membencinya, membuat Agnes ketar-ketir karena sejujurnya dia tidak ingin memiliki musuh di sekolah. Namun takdir sepertinya tidak pernah bisa berpihak dengannya karena kini justru dia semakin didekatkan kembali oleh orang yang seharusnya ia jauhi.
“Lo mau terima apa yang dituliskan sama Bu Gemoy tadi, Nes?” tanya Grace. Disini ia sebagai pihak netral, jadi tidak akan menyalahkan dari sisi Jesslyn maupun Agnes. Bagi Grace, mereka berdua adalah sahabatnya yang sudah sepatutnya dirangkul.
“Iya, Ace, aku hanya gak mau mengorbankan nilai kalau menolak permintaan Bu Gemoy,” jawab Agnes seadanya.
Celine yang sejak tadi mendengar seketika n