"Aku sudah berharap untuk kesekian kalinya dan kalian tahu hasilnya apa?hasilnya tetap sama, mengecewakan"
–Lyra Argin Raverin
***
Suasana di pagi hari ini tidak baik, karena sebentar lagi hujan akan turun. tampak Lyra yang sedang memandangi langit yang menghitam dari jendela kelas 12 itu.
Lyra melamun sampai tak sadar ada Gea yang telah menatapnya dari tadi. tiba-tiba Gea bersuara.
"Ra?" panggil Gea
Lyra tersentak, kapan Gea datang? kenapa dia tidak menyadarinya? batin Lyra sendiri.
"Ra! Kenapa diem aja Lo?" Tanya Gea heran.
"Gapapa" jawab Lyra sambil cengengesan.
Gea mengangguk, tak lama kemudian dia bersuara lagi.
"katanya ada murid baru loh!" heboh Gea. Seluruh tatapan penghuni kelas mengarah kepada Gea dengan berbagai macam tatapan.
"siapa?" tanya Lyra singkat.
"kalo gak salah si namanya Zarel Arsan Ariendra dia pindahan dari SMA bina Bangsa" ucap Gea.
Deg!
Gea terdiam seketika setelah memberi tau. dia tiba-tiba membelalakkan matanya.
"WHAT THE f**k? Zarel?" teriak Gea yang baru sadar ternya murid barunya adalah seorang Zarel.
"OMG! demi apah? dia Pindah kesini? Dia juga sekelas sama kita ra" lanjut Gea dengan suara pelan di kalimat terakhir.
Lyra yang tidak menyangka bahwa Zarel akan Pindah kesini dan ditambah mereka sekelas.
Lyra reflek memegang dadanya yang berdetak tak karuan. tunggu, ini berati, dia akan bertemu dengan Zarel juga? oh tidak bisa!
Dia yang Lyra maksud adalah Ilyana Rafassya yang sering di panggil lia. lia menyukai Zarel karena mereka teman dari kecil dan rumah mereka yang bisa di bilang tetangga.
"ge? menurut lo apa yang bakal di lakuin Lia kalo dia tau Zarel sekelas ama kita?" tanya Lyra penasaran.
Gea mengernyitkan dahinya.
"Lo hawatir? owh, ayolah Ra gak udah terlalu di pikir"ucap Gea. tak lama ada guru yang masuk dan percakapan mereka berhenti. kelas dilanda keheninga saat guru itu masuk.
guru itu guru killer dan mirisnya wali kelas mereka juga.
"anak-anak kita kedatangan murid baru, silahkan masuk nak, dan perkenalkan dirimu" ujar Bu Ina.
"Zarel Arsan Ariendra pindahan dari SMA bina Bangsa" singkat Zarel. seketika semua murid langsung heboh dengan ketampanan Zarel.
"calon imam gue ganteng banget!" ucap siswi A.
"katanya mama kangen sama calon mantunya rel!" ucap asal siswi B.
"minta no wa nya dong A" ucap siswi C.
"Abang udah punya pacar belum?" genit siswi A.
Zarel tidak menanggapi semua pertanyaan itu.
Brak!
kelas seketika hening saat Bu Ina memukul papan tulis dengan penggaris.
"KALIAN BISA DIAM ATAU TIDAK?!" bentak Bu Ina. tidak ada yang berani menjawab, semuanya menunduk karena takut dengan tatapan Bu Ina.
Bu Ina mengatur nafasnya lalu merintah Zarel untuk duduk.
"Zarel duduk di belakang Lyra, Lyra angkat tangan" perintah Bu Ina. dan Lyra pun menganggap tangannya.
Zarel berjalan menuju ke bangkunya dan tidak sengaja Matana menatap mata Lyra sesaat.
Zarel langsung duduk di tempatnya. dia menatap punggung Lyra lalu kembali menatap Bu Ina yang sedang menjelaskan.
kring!
Bell istirahat pertama berbunyi. "Baik anak-anak ibu rasa cukup sampai di sini, sekian dan terimakasih" ucap Bu Ina
"Sama-sama Bu" jawab sekelas kompak
Saat Bu Ina keluar dari kelas seluruh murid juga ikut berlarian keluar kelas. Ada yang ke kantin,perpus, bahkan ada yang menetap di kelas karna gibah.
"Ra kantin yok" ajak gea.
"Ayok" ucapan Lyra.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke kantin. Banyak yang berteriak heboh, dan itu membuat keduanya bingung, mereka kompak menoleh ke belakang.
Kaget ternyata ada Zarel yang berjalan di belakang mereka. Pantes mereka semua pada heboh ternyata ada Zarel pikir mereka berdua.
Setibanya di kantin mereka memiliki meja paling pojok karena hanya itu yang masih kosong.
"Lo mau makan apa? Nanti gue pesenin" tanya Gea pada Lyra.
"Jus alpukat sama bakso" jawab Lyra. matanya tak sengaja melihat Lia dan temannya memasuki area kantin
Gea pergi untuk memesan makanan. Dan saat Gea pergi Lia dan dua temannya datang menghampiri meja mereka.
"Boleh gabung?" Tanya Lia pada Lyra.
"Silahkan, gak ada yang larang" balas Lyra malas.
Dua teman Lia adalah Ayu Kanaka Javier dan Nara Vaska Langit,
Mereka semua duduk di satu meja yang sama. Tidak lama kemudian Gea datang membawakan pesananya dan duduk di sampingnya.
Lyra dan Gea memakan makanannya dengan khusyuk tidak mempedulikan sekitar. Dan tiba-tiba area kantin menjadi sangat ramai.
Ternyata Zarel yang datang. Tunggu, Zarel tidak sendiri, dia bersama dua orang pria yang tidak kalah tampan dari Zarel.
Tapi tetap Zarel yang paling tampan menurut Lyra. wkwk
"Kita duduk di mana bro?" Tanya Zakar ginantara kepada dua temannya.
"Di sana aja" tunjuk Galen Raymond pada tempat yang tidak jauh dari tempat duduk Lyra, bisa di bilang sebelah.
Mereka merjalan menuju meja yang ada di sebelah tempat duduk Lyra dan kawan kawan.
"Pesen apa lo pada?" Tanya Galen.
"Nasi goreng sama es teh" ucap zakar.
"Lo rel?"
"Samain"
"Oke bentar"
Tidak lama kemudian Galen datang dengan membawa nampan yang berisi tiga porsi nasi goreng dan tiga gelas es teh.
Mereka makan dengan nikmat. Dan tidak disangka ternyata Lia sedang menatap Zarel, Lyra yang menyadari hanya pura-pura tidak tahu.
"Sejak kapan Zarel pindah Ra?" Tanya Lia kepada Lyra.
"Tadi pagi" jawab Lyra seadanya, toh memang benar kan Zarel pindah pagi tadi.
Tampaknya Lia sedang memikirkan sesuatu terlihat dari raut wajahnya yang tampak gusar.
Lyra memilih acuh dan melanjutkan acara makanya yang tertunda.
"Ra? Lo tau kak Genta gak?" Tanya Gea memulai topik.
"Kak Genta?" Terlihat Lyra yang tampak berpikir mengingat-ngingat.
Tak di sangka ternyata Zarel memperhatikan Lyra dari tadi, dan saat dia melihat ekspresi Lyra tampah sedang berpikir menambah kesan lucu di wajahnya.
'Cantik' batin Zarel.
"Ciee! Aa Zarel senyum senyum sendiri!, liatin sapa tuh?" Zakar menoleh ke arah pandang Zarel.
"Liatin teteh lyra ta!" Lanjut Zakar. saat Zakar ingin membuka mulutnya kembali, Galen dengan ringan tangan menggeplak belakang kepala Zakar.
Plak!
"Galon 4nj1ng!" Maki zakar kepada Galen.
Galen tidak mempedulikan makian dari zakar. Dia memilih melanjutkan makannya yang tertunda. sementara Zarel dia hanya menyimak perdebatan di antara mereka.
Kembali ke Lyra yang masih memikirka siapa orang yang di maksud sahabatnya.
Sesaat kemudian mata Lyra terbelalak, tapi hanya sebentar, lalu di ganti dengan tatapan datarnya.
"Inget gak sama kak Genta?" Tanya Gea sekali lagi.
"Ya inget lah, kan dia kakak Lo" ucap Lyra dan memandang wajah Gea datar.
"Hehe" cengir Gea, dan sesaat kemudian dia mengingat sesuatu, dan langsung berteriak heboh.
"Ra lo tau gak? Kak Genta naksir Lo nj1r" spontan gea mengatakan itu.
Zarel yang tidak sengaja mendengar ucapan gea seketika bertanya-tanya. '
Genta? Suka Lyra?, Genta Renandra? Temannya? Banyak sekali pertanyaan yang ada dalam pikirannya sekarang.
"Kak Genta? suka gue?" Tanya Lyra memastikan.
"Ups,, keceplosan kan" gumam Gea tapi masih bisa di dengar oleh Lyra.
"Hm, gpp si kalo suka, Silahkan berjuang jika sanggup, dan silahkan berhenti jika sudah tidak sanggup lagi, jangan menyakiti diri sendiri hanya karna seseorang yang tidak mencintaimu" lyra terteguk dengan ucapannya sendiri, tunggu..
..dia barusan menasehati orang lain, tapi dirinya tidak sadar bahwa dirinya sendiri juga sama saja.
Suasana kantin seketika hening. Semua murid termenung dengan ucapan Lyra barusan, begitupun Lyra dan Gea.
Gea terkekeh, dia menyahut perkataan Lyra barusan.
"Di saat ada yang pasti kenapa Lo milih orang yang gak pasti? Orang Yang gak pernah membalas perasaan Lo, yang gak pernah melirik Lo sedetik pun" ucap Gea. Kantin kembali dilanda keheningan, sebelum mereka berdua berucap.
"Udah lah, gak usah di pikirin" ujar mereka kompak. Lyra dan Gea sontak saling tatap lalu tersenyum penuh arti.
Suasana kantin yang semula hening sekarang kembali bising seperti semula. Lia yang terus memperhatikan dari tadi hanya bisa diam dan menyimak.
****
Tidak terasa pelajaran terakhir telah usai 5 menit yang lalu. Lyra dan Gea masih duduk di halte sambil menunggu jemputan.
"Ra? Yang di kantin tadi--" jeda Gea
"--Lo nyindir Diri Lo sendiri?"lanjut Gea dengan kekehan keluar dari bibirnya.
"Gak tau ge, gue gak ngerti kenapa gue bisa bicara kaya gitu, hehe" balas Lyra sambil nyengir.
"Ra Lo suka sama Zarel udah berapa lama?"tanyaa Gea penasaran.
"Sekitar 9 tahun lebih"
"What? 9 tahun?" Kaget Gea.
Jawaban singkat itu mampu membuat Gea tersentak. Apa? 9 tahun? Ini pantas di siarkan di berita ini mah. Pikir Gea
"Gak nyangka Ra, selama 9 tahun Lo suka sama dia? Sumpah gua salut sama Lo" ujar Gea salut.
Dan kalian tau? 9 tahun Lyra menyukai Zarel, tapi Gea baru tau 1 bulan yang lalu, parah buka?.
Sungguh, Menurut Gea topeng Lyra terlalu tebal. Terlalu hebat mengontrol perasaannya dan menyembunyikan rasa cemburunya selama ini.
9 tahun itu tidak sebentar. Bayangkan kalian menyukai seseorang dan kalian menahan Cemburu selama 9 tahun, apakan kalian bisa bertahan?.
"Ge? Kenapa melamun?" Tanya Lyra.
Lamunan Gea seketika buyar saat Lyra bertanya kepadanya.
"Gapapa kok, hehe" ujar Gea cengengesan.
"Jemputan kita udah sampai ge, gue dulu ya? bay-bay" pamit Lyra pada Gea. Gea hanya menanggapi ucapan Lyra dengan mengangguk.
Gea juga ikut masuk ke dalam mobil. mobil melaju membelah jalan, di sore hari ini Gea terus bergelut dengan pikirannya sendiri.
Tak terasa mobil yang Gea naiki telah sampai di halaman rumahnya. Gea bergegas masuk ke kamar.