bab 3 keributan
Terkadang kita buta akan cinta, di saat ada orang yang mencintaimu dengan tulus tetapi engkau malah memilih dia yang sudah jelas tidak mencintaimu"
–Gea putri Veronika
***
Lyra sedang berdiri di atas balkon kamarnya. Setelah pulang sekolah tadi, dia memilih langsung menuju ke balkon.
Jam menunjukan pukul 8 malam itu berati dia sudah berdiri di balkon selama sekitar 2 jam.
"Bulannya cantik" ujar lyra sambil tersenyum tipis.
"Kira-kira orang tua kandung Lyra sekarang dimana ya? apa mereka masih di sini? Atau udah pergi ke tempat yang lebih indah dari bumi?"
"Momy Nita baik dan cantik, Lyra sayang momy Nita, tapi karna Lyra momy berantem terus sama papa " ujar lirih Lyra.
Tak di sangka ternyata ada yang memperhatikan Lyra dari balik pintu. orang itu adalah momy Nita.
"Sayang? Kenapa di luar? ayok masuk di luar dingin" ucap momy Lyra lembut.
Lyra menoleh ke arah momy Nita lalu berucap.
"Di sini bagus mom, sejuk" balas Lyra.
"Tapi kalo lama-lama nanti masuk angin sayang" balas momy Nita.
"Yaudah, Lyra masuk"ujar lyra yang berhasil membuat momy Nita tersenyum.
"Turun yuk, makan malam" ajak momy Nita kepada Lyra.
"Iya mom"
Mereka berdua turun untuk makan malam, di meja makan sudah ada Ayah Dewangga dan Vano, mereka berdua menatap Lyra sinis.
'ini yang buat gue males makan bareng' batin Lyra sambil memutar bola matanya malas.
Mereka mulai memakan makanan mereka dengan nikmat, tidak ada yang bersuara, yang terdengar hanya dentingan sendok.
"Nilai ulangan mu kemarin berapa Lyra?" Tanya Ayah Angga memecahkan keheningan.
"95" singkat Lyra
Jawaban Lyra Seketika membuat ayah Angga marah dan menggebrak meja.
Brak!
"Dasar bodoh! kakak mu saja bisa dapat 100. kenapa kamu tidak bisa Lyra!" Bentak Angga pada Lyra.
Angga mendekat kearah Lyra dan menjambak rambut Lyra dengan kuat. "Dengar ya! saya menyekolahkan mu agar pintar! Bukan cuma malas-malasan!" Tekan Angga sambil terus memperkuat jambakannya pada rambut Lyra.
"SUDAK CUKUP MAS! hanya karna Lyra dapat nilai 95 bukan berati kau malah menyiksanya!" Teriak momy Nita dengan marah.
"Dia harus mendapatkan nilai 100 di semua mata pelajaran! jika tidak--" gantung Angga.
"-Aku akan menyiksanya lebih dari ini!" Lanjut Angga sambil menyeringai.
Saat Angga Sudak selesai mengucapkan kata itu, dia langsung pergi dari meja makan.
"Puas Lo?! puas Lo buat momy sama Ayah bertengkar?!" Tanya Vano sambil mendorong bahu Lyra.
"VANO!" Bentak Nita
"Dan sekarang momy lebih peduli kepada anak pungut sepertimu" ucap Vano sambil menekan kata peduli.
"Vano jaga ucapanmu!" Bentak Nita kepada anak laki-lakinya.
"Untuk apa menjaga ucapan kepada anak pungut ini mom?"tanya Vano dengan mengangkat satu alisnya.
"Dia adik mu Vano!"marah Nita
"Dia adikmu! Yang harus kau jaga, yang marus kau lindungi, bukannya malah kau hina!" lanjut Nita
"Adik? lebih tepatnya Adik pungut" jawab Vano dengan santai.lalu Vano berlalu dari meja makan sebelum momy nya bicara lagi.
Lyra hanya memperhatikan perdebatan antara ibu dan anak itu dengan mata yang telah basa oleh air mata.
"Gak usah dengerin ucapan ayah dan kakak mu ya sayang" ucap momy Nita dengan lembut.
"Iya mom" balas Lyra sambil tersenyum.
***
Perkataan Vano masih teringat jelas di pikiran Lyra
'puas Lo buat momy sama ayah bertengkar'
'Adik? lebih tepatnya Adik pungut'
'untuk apa menjaga ucapan kepada anak pungut ini mom?'
Semua perkataan Vano masih terus terngiang ngiang di pikirannya.
"Kenapa lo nangis Lyra? kan emang nyatanya Lo anak pungut" ucap Lyra kepada diri sendiri sambil terkekeh.
Lyra menghapus air matanya dengan kasar.
"Kira kira adik-adik gue sekarang lagi apa ya?" Tanyanya pada diri sendiri.
"Dah lama gue gak ketemu mereka. Kayanya mereka udah besar. Gue pengin main kesana" lanjut Lyra
Adik-adik yang Lyra maksud adalah anak-anak yang ada di panti tempat tinggal Lyra dulu sebelum dirinya di adobsi oleh momy Nita.
terakhir kali Lyra melihat, mereka masih umur sekitar 6-7 tahun. Tapi mungkin mereka sekarang sudah berumur 11 atau 12 tahun. Mungkin
Sudah sekitar 5 tahun semenjak Lyra di adopsi oleh momy Nita. Dan selama itupun ayah dan kakak nya tidak pernah baik kepadanya.
Lyra selalu di tuntut untuk menjadi yang sempurna dan harus mendapatkan nilai 100 di semua pelajaran.
Saat sedang asiknya melamun, Lyra di kejutkan oleh handphone nya berbunyi pertanda ada yang menelponnya.
Dret!
Dret!
Suara getar dari telepon lyra yang membuat Lyra berdecak malas.
"Ck! siapa si? Ganggu tau gk sih!" Dumel Lyra meruntuki si penelpon. Dengan malas dia mengangkat telpon yang ternyata dari Gea.
____________________________
Von on
"Lama"
"Kenapa si? Ganggu tau gak!"
"Maapin, gue cuman mau ngasih tau--"
"Apa?!
"Makanya kalo gue ngomong jangan dulu di potong markonah!"
"Iya iya bawel"
"Lo besok pagi sibuk gak?"
"Gak emang Napa?"
"Ke mall yuk!"
"Yuk! eh tunggu.. tadi Lo mau ngasih tau apa?"
"Gak jadi, besok aja sekalian"
"Oh ok"
"Udah kan? gue tutup telponnya"
Tut!
Lyra menutup telponnya tanpa memberikan jeda untuk gea menjawabnya.
'kira kira Gea mau ngasih tau apa ya?' batin Lyra penasaran.
"Dah lah! Daripada pusing mending gue tidur!" Ucap Lyra lalu beranjak dari meja belajarnya dan menuju ke ranjang.
Bruk!
Lyra menghempaskan tubuhnya ke kasur. Hari ini hari yang cukup melelahkan menurut Lyra,
Tidak lama kemudian Lyra di serang kantuk yang amat dahsyat. Dia terlelap dan langsung menuju ke alam mimpinya.
Hari ini tepatnya hari Minggu, Lyra sudah terbangun dari jam 4 tadi.
Pagi ini dia memiliki janji dengan Gea untuk pergi ke mall.
Seperti cewek pada umumnya. Lyra bingung memilih baju yang cocok untuk dia pakai ke mall. Setelah 5 menit memilih, akhirnya dia menemukan baju yang cocok dan bergegas mengganti bajunya.
Setelah berganti baju, dia memoles sedikit bedak ke wajahnya dan memakai lip blam untuk bibirnya.
"Uh, ternyata gue cantik juga" ujar lyra PD. Sambil memutar mutarkan badannya di depan cermin.
Tok!
Tok!
Tok!
Suara ketukan pintu itu menghentikan Lyra yang sedang memuji dirinya sendiri.
"Sayang di bawah ada temen kamu lagi nungguin!" Teriak momy Nita kepada Lyra.
Ceklek!
Lyra membuka pintu kamarnya, dan terlihat Mony Nita sedang menatapnya.
"Wah Sayang! kamu cantik banget!" Seru momy Nita heboh.
"Hehe.. makasih mom" balas Lyra sambil tersenyum malu.
'nah kan, momy juga ngaku kalo gue cantik' bangga Lyra.
"Yaudah yuk turun, kasian temen kamu nunggu lama"ajak momy Nita.
Lyra hanya mengangguk tanda meng iya kan ajakan momy -nya.mereka turun bersama dan terlihatlah Gea yang sedang duduk anteng di ruang tamu sambil makan cemilan yang ada di meja.
"Yok berangkat, jangan makan teros!" Ujar lyra menyindir Gea.
"Hehe.. ayok" ucap Gea cengengesan.
"Tante kita pamit dulu ya, mau ke mall" ijin Gea kepada momy Nita.
"Iya, kalian hati-hati di jalan ya, jangan ngebut bawa mobilnya" peringat momy Nita kepada mereka berdua.
"Iya mom"
"Iya Tante"
Jawab mereka bersama. Momy Nita tersenyum mendengarnya.
"Kita pamit, assalamualaikum" salam mereka berdua.
"Waalaikumsalam" balas momy Nita.
Mereka masuk ke mobil milik Gea. Di dalam mobil mereka tak henti-hentinya melontarkan lelucon yang membuat mereka tertawa bersama.
Tak terasa mereka telah sampai di mall yang mereka tuju. Mereka langsung masuk dan menuju toko baju dan mereka memilih milih baju yang mereka suka.
Saat selesai memilih baju, Lyra tidak sengaja melihat Zarel rang sedang lewat di depan mall tempat mereka berbelanja sekarang.
Lyra memfoto Zarel yang lewat. Dan tak di sangka ternyata hasilnya lumayan bagus.
"Cie.. foto in Crush" ledek Gea yang tak sengaja melihat Lyra yang sedang memfoto Zarel.
"Ih apasi gak jelas!" Ucap Lyra malu karena ketauan sedang foto in mas Crush.
"Hayo.. pipinya merah tuh" goda Gea kepada Lyra.
"Serah lo" ucap Lyra sok cuek, padahal dia sedang menahan malu.
"Oh iya,, gue hampir lupa tujuan kita ke sini!" Seru Gea.
"Emang kita ngapain ke sini?" Tanya Lyra polos.
"Latihan renang" datar Gea.
"Emang di sini ada kolam renang?" Tanya Lyra.
Gea berdecak geram kepada tingkah sahabatnya ini, tampang doang yang keliatan tomboy aslinya mah rada rada polos.
"Gak ada kolam renang Lyra!! Kita ke sini untuk bicarain hal semalem, yang gak jadi gue sampein ke Lo!" Geram Gea.
Lyra yang mendengar hanya ber oh ria saja. Hal itu membuat kesabaran Gea menipis.
"Dah lah, yok cari tempat duduk" ajak gea.
Mereka telah menemukan tempat duduk di dekat jendela.
"Jadi gini, gue mau ngasih tau kalo si Lia udah beraksi Ra, dan gue liat dia jalan sama Zarel kemarin. Dan parahnya lagi bakal ada tiga murid baru di kelas kita Ra, murid barunya cewek!. Gue denger si katanya mubarnya rada pick me gitu, jangan sampe si mubar itu suka sama Zarel Ra, kalo dia suka sama Zarel jadinya Lo saingan sama spek pick me! Kan gak lucu seorang Lyra Argin Raverin bersaing dengan pick me!" Ujar Gea panjang lebar.
Sementara Lyra hanya menyimak dan mendengarkan apa yang di sampaikan oleh Gea barusan. Dia sempat kaget karena bakal ada mubar Spek pick me di kelas mereka.
"gue penasaran dengan mubar yang katanya pick me itu" ucap Lyra sambil menyeringai.
Gea yang melihat pun ikut menyeringai, seperti mengetahui isi pikiran sahabatnya itu.
"Kita tunggu aja besok" ujar Gea bersemangat.
Lyra hanya tersenyum tipis melihat Gea yang begitu antusias menyambut mubar itu.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, pertanda bahwa Lyra harus bergegas menuju ke tempat bekerjanya.
"Ge anterin gue ke restoran" pinta Lyra kepada Gea.
"Restoran? Lo masih kerja?" Tanya Gea sambil memicingkan matanya.
"Masih" ucap Lyra cuek.
"Dih cuek amat neng" sewot Gea.
"Hm"
"Dah lah, yok gue anter" sinis Gea.
Lyra yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya geleng-geleng kepala. mereka berjalan menuju parkiran. dan di sana terlihat ada Lia and the geng.
"kenapa harus ketemu sama nenek lampir si?" bisik Gea ke Lyra.
"hust! gak boleh gitu ge" peringatan Lyra
Gea hanya merotasi kan bola matanya malas saat melihat Lia dan kawannya menghampiri mereka.
"kalian habis belanja?" tanya Lia basa basi.
"menurut lo?" tanya balik Gea Dengan sinis.
"iya habis belanja" singkat Lyra. dia sedang malas berdebat.
saat Lia ingin berbicara lagi Lyra buru buru menarik tangan Gea untuk cepat masuk ke dalam mobil. mobil Gea pun berjalan dengan kecepatan sedang.
"Ge" panggil Lyra.
"ya?" jawab Gea sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Kak Genta beneran suka sama gue?" tanya Lyra serius.
Gea tau saat Lyra mulai memasang wajah serius pertanda dia tidak ingin ada lelucon dalam percakapannya.
"iya dia suka Lo" jawab Gea.
"kok bisa?" tanya Lyra dan mengangkat satu alisnya.
Gea merotasi kan bola matanya malas.
"lah, Lo kok bisa suka sama Zarel?" tanya balik Gea dengan santai nya.
Lyra hanya terdiam dengan pertanyaan Gea barusan.
"gue gak tau ge kenapa gue suka Zarel, udah gue usahain buat gue inget-inget tapi masih tetep gak inget" balas Lyra berbelit-belit.
"gue pengin On-crush ge"
"bantu gue ge, gue udah berusaha tapi gue belum bisa"
"sulit ge! sulit melupakan orang yang bahkan belum pernah dimiliki! Lia udah lebih dari cukup buat gue cemburu ge, dan sekarang apa? bakal ada mubar? pick me? oh ayolah!" Isak tangis mulai terdengar dari bibir Lyra.
Gea terteguk mendengarkan curhatan Lyra, seberat itu ya jadi Lyra? tidak di anggap anak oleh Ayahnya. dan sekarang? cintanya bahkan bertahan selama 9 tahun tanpa ketahuan?.
"gue bakal bantu Lo Ra! sekarang tenangin diri Lo, sebentar lagi kita sampai" ujar Gea.
setelah dua menit Lyra mulai tenang.
"thanks ge udah nganterin gue" ucap Lyra sambil turun dari mobil.
"iya sama-sama, udah sana masuk Lo udah telat"peringatan Gea.
Lyra hanya menanggapinya dengan mengangguk dan berlalu dari sana, menuju ke restoran tempat Lyra bekerja.
saat Lyra masuk ke dalam restoran, dia sudah di sambut dengan tatapan tajam dari menejer nya.
"kamu telat 5 menit Lyra!" ucap menejer restoran dengan nada yang naik satu oktaf.
"maaf pak tadi ada sedikit masalah" Lyra menunduk, dia tidak berani menatap wajah menejer nya yang sedang marah, menurut Lyra menejer nya jika marah seram.
"ini peringatan terakhir mu, jika kamu telat sekali lagi, maka bersiaplah angkat kaki dari restoran ini!" peringat menejer restoran itu dengan nada tinggi.
"Ba--baik pak" lyra berucap dengan terbata-bata dan menundukkan kepalanya.
Setelah mendengar jawaban dari pegawainya, menejer itu pun berlalu pergi meninggalkan Lyra rang masih menundukkan kepalanya.
'kesempatan terakhir ya?..hm, gapapa Lo pasti bisa Lyra!' seru Lyra di dalam hati.
Lyra melanjutkan jalannya menuju ke bagiannya, yaitu pengantar makanan.
tidak terasa sekarang sudah pukul 5 sore, dan jam kerjanya telah selesai. lyra memutuskan untuk pulang naik angkutan umum.
..