Setibanya Hira di rumahnya, segera dia melangkah kan kaki ke depan pintu masuk,diruang tamu kedatangan Hira sudah ditunggu mommy nya " sayang akhirnya kau pulang juga " kata mommy sambil memeluk Hira
" iya mom " kata Hira membalas pelukan mommy,
" cepat Sayang bersih-bersih trus dandan yang cantik, sebentar lagi tamunya akan datang " ucap mommy,
Hira langsung bergegas pergi ke kamar dan membersihkan diri juga berdandan cantik, satu jam kemudian terdengar ketukan pintu dari luar kamar Hira, Mendengar ketukan pintu segera Hira membukanya, ternyata mommy yang dihadapan Hira " sayang kamu sudah siap?" tanya mommy sambil tersenyum
" Sudah mom " jawab Hira
" Ya sudah, ayok turun sayang sebab tamunya sudah datang " ucap mommy sambil merangkul tangan Hira dan berjalan ke ruang makan.
Tiba diruang makan, Hira menyapa Daddy nya dan tamu yang datang, Setelah itu Hira duduk di kursinya,
" Kita mulai saja makan malam ini Louis, Margareth " ucap Daddy
" iya " jawab sahabat Daddy,
" Kemana putra mu Louis? " tanya Daddy Hira,
" oh itu, Dia lagi Nerima telfon dari asistennya, kita tunggu saja sebentar lagi " jawab sahabat Daddy
" Hira ternyata kamu cantik banget aslinya dari pada difoto " ucap Margareth sambil tersenyum manis ke arah Hira
Hira yang masih bingung hanya menjawab " trimakasih Tante ",
" Sama-sama sayang " kata Margareth tetap mempertahankan senyum di wajah cantiknya.
Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki masuk keruangan makan " Itu putra ku sudah datang " ucap Louis sahabat Daddy,
Hira yang langsung melihat ke arah suara langkah kaki langsung saja melotot saking kagetnya melihat sosok pria yang baru datang.
" Kok bapak kesini?, Tau dari mana ini rumah saya? Ada perlu apa bapak kesini? " Tanya Hira bertubi-tubi tanpa jeda ke arah pria tersebut.Pria itu langsung menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Hira masih dengan wajah terkejut atas kehadiran nya dirumah itu.
" Dasar cerewet " kata pemuda itu mengalihkan pandangannya ke arah kedua orang tua Hira " Selamat malam om, Tante " ucap pria itu, Lalu orang tua Hira menjawab " Malam Vincent, akhirnya kau datang juga, mari duduk kita mulai makan malamnya ", Hira tambah terkejut melihat interaksi Daddy dan dosennya " Daddy kenal sama pak Vincent? " tanya Hira yang penasaran.
Daddy langsung menjawab " Ya kenal dong sayang, gimana sih kamu kan jelas-jelas dia anaknya om Louis sahabat Daddy " ucap Daddy sambil menjelaskan sama Hira , " Trus kamu kenapa bisa kenal sama Vincent? " tanya Daddy, " Kenal lah Dad, kan pak Vincent dosen Hira dikampus... ternyata dunia ini sempitnya..." ucap Hira sambil geleng-geleng kepala
" Baguslah kalau kamu sudah kenal sama nak Vincent " ucap Daddy merasa legah, karena merasa rencana mereka menjodohkan Hira dan Vincent akan mudah, " Maksud Daddy apa " tanya Hira yang merasa janggal dengan omongan Daddy nya.
" Tidak ada maksud apa-apa, lebih baik kita mulai saja makan malamnya, nanti selesai makan akan Daddy jelaskan diruang keluarga " ucap Daddy,
Hira pun tidak membantah ucapan Daddy nya karena dia juga sudah merasa lapar dan minta segera makan, Saat Hira selesai mengambil makannya tiba-tiba mommy bersuara ke Hira " sayang, Ambilkan dong makannya nak Vincent ",
" Loh... emang nya kenapa mesti Hira ambilkan makannya pak Vincent mom, aneh deh " ucap Hira yang merasa hari ini mommy nya agak aneh
" Tidak aneh sayang, karena sebentar lagi nak Vincent jadi suami kamu, jadi kamu mulai sekarang belajar melayani calon suami mu " ucap Mommy berlahan-lahan agar Hira paham,
Hira yang mendengar omongan mommy nya langsung terbatuk-batuk karena keselek sambil minum " APA... Maksudnya mommy apa sih " ucap Hira memasang wajah tegang. " Hira tidak salah dengar kan mom, jangan bercanda mom...tidak lucu tau " ucap Hira kesal
" Siapa yang bercanda sayang, mommy serius " ucap Mommy yang antusias,
" ngak...ini ngak mungkin mom " ucap Hira sambil geleng-geleng kepala " Bagaimana bisa mom? " tanya Hira,
" Bisa dong sayang, udah Jagan banyak tanya lagi, cepat ambilkan makan nak Vincent, selesai makan nanti dilanjut lagi ngobrol nya " ucap Mommy
" huuu...baiklah " Hira mengeluarkan nafas beratnya sambil berdiri mengambil piring kosong dihadapan Vincent, lalu mengambilkan makanan buat Vincent " bapak mau yang mana?" tanya Hira ,
" Daging rendang sama sayur cap cai saja " ucap Vincent dengan gaya santainya, setelah selesai mengambil makanan buat Vincent,mereka semua segera makan dengan tenang sampai selesai.
Kini mereka semua berada diruang keluarga untuk membahas perjodohan Vincent & Hira " Gimana jeng, kapan hari yang pas kita langsungkan pertunangan anak-anak kita " ucap Margareth yang selalu senyum bahagia, " Gimana tiga hari lagi mereka tunangan" ucap mommy Hira ,
" Tunggu... Tunggu dulu mom, Tante, Hira masih belum mengerti maksud ini semua " ucap Hira masih bingung butuh penjelasan, " Sayang seperti yang kamu dengar, kalau kamu dan Vincent mommy dan Daddy jodoh kan, tiga hari lagi kalian tunangan, dan seminggu dari itu kalian akan melangsungkan pernikahan sayang " ucap Mommy sambil menjelaskan,
Hira yang terkejut pun teriak sambil berdiri " APA...." ,Sambil memegang kepalanya, " Tenang sayang semua pasti akan baik-baik saja, percaya Sama mommy dan Daddy " ucap mommy,
" Gimana aku bisa tenang mom sementara aku masih mau kuliah, dan mengejar cita-cita ku, tapi udah malah dijodohkan, malah menikah lagi " ucap Hira heran dengan tindakan orang tuanya sendiri. " Daddy ini tidak benar kan " tanya Hira ke daddy-nya ,
Daddy menarik nafas berat lalu berkata " ini benar sayang, kamu udah kami jodoh kan dengan nak Vincent dari kalian masih kecil " ucap Daddy dengan hati-hati.
" Kamu tenang saja sayang, nak Vincent itu pria baik-baik, bertanggung jawab, Daddy bisa jamin itu yang pastinya kamu pasti bahagia... percaya sama Daddy sayang" ucap Daddy dengan wajah memohon, Hira yang masih kesal Melirik ke arah Vincent yang menampilkan wajah datar dan ekspresi biasa-biasa saja " Tapi Daddy, belum tentu pak Vincent setuju dengan keputusan ini, kita harus bertanya juga pendapat pak Vincent dad " ucap Hira sambil memprovokasi agar Daddy nya mulai goyah.
Vincent yang merasa disebut namanya dan sedang memperhatikan Hira sejak tadi pun menjawab " Aku sih tidak ada masalah dengan keputusan orang tua, selagi itu baik dan benar menurut mereka aku setuju saja, juga ikut apapun keputusan nya "
Hira yang mendengar jawaban dari Vincent pun makin kesal dan melotot melihat Vincent " Pak gak bisa gitu dong, masak bapak setuju-setuju saja sih " ucap Hira yang kesal, reaksi balasan Vincent hanya menaikkan kedua bahunya acuh tak acuh, " ckk... Daddy Hira bisa tidak bicara dulu sama pak Vincent sebentar saja ? " tanya Hira
" tentu sayang, silahkan " balas Daddy, Hira langsung menarik tangan Vincent menuju Taman belakang.
" Pak bisa tidak bapak menolak pernikahan ini ? " tanya Hira sambil memasang wajah memohon, keadaan langsung hening sebentar sebelum Vincent menjawab " Kamu saja yang menolak kalau kamu bisa, kalau aku tidak bisa " ucap Vincent dengan santai, Hira yang mendengar itu pun semakin kesal dan mengepalkan tangannya " Bagaimana bisa bapak menyetujui perjodohan ini, emangnya bapak tidak punya pacar?" ucap Hira mencoba memprovokasi dan menggali informasi tentang Vincent.
" Tidak, saya tidak punya kekasih" ucap Vincent acuh
" ck...pak, kok bapak setenang itu sih, saya tidak mau ya nikah sama bapak " ucap Hira dengan nada kesal,
Vincent yang langsung menatap Hira dengan tajam " Kamu pikir saya mau nikah sama kamu... jangan kepedean kamu " ucap Vincent dengan sarkas.
" iya udah, sama-sama tidak mau kan jadi ayo kita menolak sama-sama " bujuk Hira,
" Aku tidak mau, kamu saja sendiri " kata Vincent, " ayo lah pak, bapak sih enak dapat saya yang masih muda dan ting-ting...Lah saya rugi dapat bapak yang sudah tua " ucap Hira sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Enak aja kamu bilang saya tua, saya masih 27 tahun, belum bisa dikatakan Tua" ucap Vincent, " trus kamu bilang apa tadi... saya beruntung dapat kamu?",
Vincent diam sebentar trus berucap kembali" ck...ck...yang ada saya sial dapat kamu tau gak... sudahlah ceroboh, pemalas, manja , kekanak-kanakan...udahlah jangan narsis kamu", ucap Vincent dengan mengejek Hira.
Hira pun semakin kesal dibuat omongan Vincent " Pokoknya kalau tidak bapak batalkan, saya akan kabur pas pernikahan ", kata Hira mengancam,
" silahkan saja lakukan, yang malu bukan saya tapi yang malu keluarga kamu" ucap Vincent tak mau kalah.
" Lagian apa susahnya sih nuruti keinginan kedua orang tua, emangnya kamu mau buat orang tua kamu kecewa, kalau saya sih tidak sanggup " ucap Vincent memprovokasi.
Hira sedang berfikir omongan Vincent Bener juga, selama ini mommy tidak pernah minta sesuatu dari ku, yang ada semua keinginan ku selalu dituruti, kalau aku tolak pasti mommy sedih, dan kecewa sama aku, gimana dong ini " ucap Hira dalam pikirannya sendiri
"huhh, baik lah pak saya setuju tapi ada syaratnya pak " ucap Hira dengan lesu
" Dari tadi kek, ngambil keputusan aja binggung, apa syarat nya " tanya Vincent,
" syarat nya yang pertama kita tidur pisah kamar, kedua saya tidak perlu melakukan kewajiban layaknya seorang istri, yang ketiga saya tetap kuliah dan menggapai cita-cita saya, yang ke empat kalau didepan Keluarga kita harus bersikap harmonis dan bahagia, dan terakhir tidak boleh ikut campur urusan masing-masing, gimana pak? " ucap Hira dengan banyaknya syarat
Vincent pun berpikir sejenak dengan syarat itu " oke deal " ucap Vincent
" Ya udah kita ikutin aja gimananya orang tua kita, pasti aman kok percaya sama aku" kata Vincent lagi
"hmmm..." ucap Hira
Setelah selai mereka ngobrol dan kembali keruang keluarga untuk bergabung dengan orang tua, waktu tak terasa udah larut malam, keluarga Vincent pamit pulang setelah mencapai kesepakatan.