Hari telah berganti dengan cahaya matahari yang sangat terang pada pagi ini, seorang gadis masih bergelut ditempat tidurnya dan belum menyadari hari sudah pagi " Hira...Hira...Bagun dong, kamu tidak kampus apa? " panggil mommy, "hmmm...bentar lagi mom, 5 menit lagi " ucap Hira.
" Bangun dong Hira dibawah sudah ada yang jemput kamu tuh" kata mommy memberi tahu Hira , Hira langsung membuka matanya dan bertanya sama mommy " Siapa mom yang jemput pagi-pagi gini? " dengan ekspresi penasaran.
" mommy tidak tau, karena mommy baru hari ini lihat kamu punya teman cowok, katanya teman satu kampus kamu " ucap mommy yang memicingkan mata melihat Hira, " mommy Kenapa?" tanya Hira, " Kamu yakin tidak tau, atau itu pacar kamu Hira?" tanya mommy,
Hira menghela nafasnya lesu " mommy sayangku, dengar baik-baik ya cintaku...anakmu yang cantik ini tidak punya pacar mommy, Hira pun bingung itu siapa yang datang pagi-pagi gini, mengganggu saja " ucap Hira menjelaskan ke mommy, " Baguslah kalau bukan pacar kamu " ucap mommy merasa legah, " ingat Hira kamu sudah punya calon suami, jadi jangan kecewakan mommy & Daddy sayang " ucap Mommy menasehati
" Iya mom, Hira ingat kok " ucap Hira kesal, " mom, emang tidak bisa dibatalkan ya Rancana konyol mommy dan Daddy itu, Hira belum siap mom jadi seorang istri, apa lagi suami nya dingin kayak kulkas 6 pintu mom" ucap Hira sambil memelas memohon ke mommy, " Big no Hira, Tidak ada penolakan, pilihan mommy dan Daddy itu yang terbaik buat kamu... Sekarang cepat siap-siap kasian teman kamu tu udah nungguin " kata mommy dengan tegas
" ck...iya ...iya " kesal Hira sambil berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Tak lama selesai dari kegiatannya bersiap-siap langsung saja Hira menuju ruang tamu karena sudah penasaran dengan orang yang datang, Sampai diruang tamu " KAMU...!" ucap Hira kaget, " Pagi Hira?" ucap pemuda itu sambil full senyum.
" eh..pagi Regan, dari mana tau rumah aku disini?" tanya Hira yang masih heran,
" itu...hmm aku semalam ngikutin kamu sampai depan rumah karena aku khawatir terjadi apa-apa dijalan" ucap Regan yang merasa canggung, tau Hira akan marah langsung Regan berbicara lagi " Maaf Hira, aku cuma khawatir sama kamu" dengan wajah memelas,
Hira yang malas ribut pagi-pagi begini cuma menjawab " oke aku maaffin, tapi tidak lain kali " kata Hira memperingati,
" baik, trimakasih Hira " ucap Regan Dengan hati-hati
Lalu mereka berpamitan sama mommy & Daddy, diperjalanan menuju kampus mereka hanya diam tidak ada yang bersuara, dua puluh lima menit kemudian mereka tiba dikampus, Hira keluar dari mobil disusul dengan Regan dari kejauhan sepasang mata memperhatikan mereka dari jauh memasang muka masam.
" Trimakasih kak Regan atas tumpangannya" ucap Hira tulus, " biasa aja Hira, nanti pulang aku antar ya Ra ?" tanya Regan, " Tidak perlu kak, hari ini aku ada janji sama Ruby dan Lia " ucap Hira memberi tahu, " Baik lah, lain kali boleh kan Ra ?" tanya Regan Dengan wajah memohon,
" hmmm...aku tidak bisa janji ya kak, maaf" ucap Hira menolak dengan hati-hati, Regan hanya tersenyum menghampiri Hira dan mengusap kepala Hira, dilakukan seperti itu Hira terdiam mematung,sampai dia tidak sadar Regan udah pergi dari hadapannya.
Hira sadar dari keterkejutannya karena ada seseorang yang memanggil namanya " Hira..." ucap Lia dari kejauhan menuju tempat Hira berdiri, " Kok loe bengong Ra? ada apa? " tanya Lia,
" eh...gak ada apa-apa kok Li" ucap Hira sembari menetrakan perasaannya.
" Ya udah masuk yuk, bentar lagi dosen killer masuk Ra " ucap Lia, " Oke " jawab Hira singkat. Baru sampai dikelas tak lama Vincent masuk kelas itu juga dengan wajah tak enak di pandang " pagi semua " sapa Vincent dengan nada dingin, " Hari ini saya mau memberikan pada kalian tugas membuat makalah,saya beri waktu 1 Minggu jika dalam 1 Minggu belum siap saya kasih nilai D Dimata kuliah saya" ucap Vincent.
" Baik pak...!" ucap mereka semua serentak, " Apa ada pertanyaan, sebelum saya memulai mata kuliah saya " kata Vincent lagi, " Tidak pak ..." ucap mereka serentak, " oke...bagus kalau begitu, saya akan mulai mengajar, tapi tolong simak baik-baik penjelasan saya, setelah saya menjelaskan saya akan adakan kuis dengan waktu tiga puluh menit " ucap Vincent memberitahukan.
tiba-tiba ada salah satu mahasiswa angkat tangan " pak...apa waktunya tidak kecepatan cuma setengah jam pak?, kalau dibuat 1 jam gimana pak? " protes mahasiswa itu, " Tidak bisa, saya ingin lihat sejauh mana kalian mengerti dengan apa yang saya jelaskan " ucap Vincent yang tidak terima protes .
Jam terus berputar dengan cepat dan Vincent pun selesai menjelaskan pelajaran tersebut, tiba lah soal kuis dibagikan, Hira yang menerima soal itu pun lesu sebab soal yg dikasih tidak sesuai dengan apa yang barusan dijelaskan dan dalam hatinya berkata " apa-apaan sikiller ini, ngasih soal kok tidak sesuai yang dia jelaskan tadi...ck Gimana caranya mau diisi kalau seperti ini " sambil memasang wajah sedihnya,
Vincent yang memang sejak tadi melihat ke arah Hira pun menyunggingkan senyum nya serasa puas membuat Hira uring-uringan seperti itu " Ada apa Hira , kenapa wajah kamu seperti itu, apa kamu tidak setuju?" ucap Vincent dengan senyum penuh kemenangan.
" eh ... tidak pak, malah saya sangat senang pak" ucap Hira sambil senyum terpaksa dan memutar bola matanya dengan jengah, " syukurlah kalau begitu, cepat kerjakan karena waktunya tidak banyak" kata Vincent yang berpura-pura perduli, " makanya siapa suruh kamu buat saya kesal pagi-pagi " dalam hati Vincent berkata sambil tersenyum puas.
Vincent kesal karena tadi melihat Hira turun dari mobilnya Regan.
Hari ini Selasai semua mata kuliah Hira, dan dia mau pulang, Hira sedang menunggu taksi dipinggir jalan tiba-tiba ada sebuah mobil sport warna hitam berhenti didepan Hira, Hira yang binggung hanya mengerenyitkan alisnya, " ayo masuk!" ucap orang didalam mobil sambil menurunkan kaca mobilnya, " pak Vincent, ngapain disini?" tanya Hira yang merasa heran, " udah masuk saja dan jangan cerewet" ucap Vincent memaksa.
Hira pun masuk kedalam mobil dan memasang sabuk pengaman, " kita mau kemana pak ?" tanya Hira , " Lihat saja nanti" ucap Vincent acuh. Mobil meluncur ketempat tujuan mereka kesebuah butik terkenal, dan mobil berhenti didepan butik itu " mau ngapain kita kesini pak? " tanya Hira yang bingung, " udah ikut aja kedalam nanti kamu tau sendiri" ucap Vincent malas menjelaskan, " ck... apa-apaan dia itu jawabannya kok seperti itu " gumam Hira pelan.
Mereka masuk kedalam butik dan disambut oleh para karyawan butik " selamat sore tuan dan nona, selamat datang dibutik kami " ucap karyawan dengan ramah, " hmmm..." itu lah jawab Vincent dengan singkat, Lalu Vincent meminta " bawakan gaun yang seperti sudah katakan tadi ditelfon" kata Vincent tak mau basa-basi, " baik tuan, akan saya bawakan" kata karyawan itu.
Sambil menunggu baju-baju yang dipesan datang Hira bersuara " pak buat apa beli gaun, apa untuk pacar bapak trus bapak mau minta pendapat saya ya pak ? " tanya Hira yang salah paham, " kamu ini ngomong apa sih, gak jelas gitu" kata Vincent yang kesal, Hira pun masih sibuk dengan fikiran nya sendiri sampai gaun-gaun itu sudah ada dihadapannya semua " cepat kamu coba semua gaun-gaun itu sampai ketemu yang pas" ucap Vincent memerintah, " apa sih pak, kok tidak jelas gitu...buat apa saya mencoba gaun ini pak ?" tanya Hira yang masih belum sadar.
" ck... kamu bodoh atau apa sih, gaun ini jelas-jelas buat acara tunangan nanti,gitu aja lamban" ucap Vincent sedikit emosi, " APA... tidak usah pak, saya masih banyak dirumah gaun pak" ucap Hira sambil tersenyum dipaksa kan, " Tidak ada penolakan, udah cepat waktu saya tidak banyak...saya masih ada urusan lain" kata Vincent makin emosi, " iya...iya,gitu aja marah, aneh " gumam Hira yang dapat didengar oleh Vincent.
Segera Hira menuju ruang ganti dan mencoba semua gaun yang udah dipilihkan oleh Vincent beberapa jam yang lalu.
Dari baju pertama Sampai baju terakhir semuanya nampak bagus dilihat oleh Vincent, jadi Vincent memutuskan mengambil semua baju itu " Bungkus semuanya dan kirim ke alamat ini " ucap Vincent sambil menulis alamat rumah Hira , " pak... kenapa beli semua nya, ini kebanyakan pak semua ada tiga puluh baju pak" ucap Hira yang heran tapi diam-diam senyum-senyum, " Tidak usah protes, Lagian beli pakai uang saya kok, kamu cukup diam dan terima saja " ucap Vincent.
puas memilih gaun, mereka memutuskan untuk pulang, Vincent mengantar Valerie sampai rumah, dan berpamitan untuk pulang kerumahnya sendiri.