Raya pun sudah duduk kembali di samping sang ibu. Untuk menghilangkan rasa degdegan arya tdi dan canggung ia pun membenarkan duduknya. Dan menundukan kepalanya membuat rasa nervous yg saat ini melandanya.
Membuka kembali obrolan deni pun menawarkan kembali hidangan yang telah disuguhkan.
“ayok pak diminum kembali kopinya?
“iya2 nak jawab dari ayah arya.
“bro di cobain tuh kuenya.
Arya pun menoleh dan tersenyum canggung dan mengambil kopi yg ada di hadapanya.
Dengan sambil makan dan minum ayah ary pun membuka obrolahnya,
Dia mengabil alih obrolanya dengan formal dan sedikit sambutan dan di jelaskan maksud dan tujuanya smpai drmh deni.
Deni pun menjawab sebagi orang tua dan kakak tertuanya dari raya bukan menjawab tapi deni memberikan pertanyaan pada raya soal diterima atau tidaknya lamaran yg di ajukan orang tua arya.
“Saya sebagai kakak dan orang tua adik saya hanya perantara iya atau tidaknya saya serahkan kepada raya. Sambil mengalihkan padanganya dengan menatap mata raya sangat2 dalam yg entah tatapan apa membuat raya menurunkan pndangan ya kesekita. Tidak marah tpi sulit diartikan oleh raya.
Raya yang sontak kaget meremas remas gaun yg di kenakannya dengan kedua tanganya semua mata dirungan itu menuju padanya merasa terinterogasi oleh semuanya. Ibunya mendekat sambil membelai rambutnya dan mengusap2 tanganya Saling menatap menguatkan satu sama lain. Ditariknya napas dalam dalam iya bun membuka suaranya. Deny yg menatapnya seakan akan hendak memangsa menatapnya tanpa mengalihkan pandangan, arya yang degdegan ia takut lamaran ya tidak di terima mengingat tidak ada pendekatan sma sekali lebih tepanya mereka dijodohkan.
“raya mah bagai mana kakak sama ibu saja? Kalau menurut kakak dan ibu baik raya terima. Sambil menatap kakaknya yg tersenyum melihat jawabn adiknya yg sebenarnya membuat ia sedikit gelisah. Berganti menatap ibunya yg ikut tersenyum juga sambil mengelus punggung anak gadisnya itu. Hawa panas seperti habis berlari pun dirasakan arya menanti jawaban raya, hampir terlepan dari dadanya dia bersorak gembira mendengar jawaban raya walau raya tetap memberi jawaban yang belum pasti namun cukup membuatnya gembira dalam hati.