Tak lama selang sifa duduk raya pun membuka pintu dan keluar dari sarang ya berjalan mendekati perkumpulan dua keluarga itu dengan cantik menggunakan deres menutup tubuhnya sampai kebawah lutut bermotif bunga bunfmga berwarna pic rambut tergerai panjang kebelakang tersisir rapih berwarna hitam dengan kepangan kecil dari belakang telingan tertarik kebelakang tercepit rapih wajahnya yang menggunakan riasan tipis tipis mengenakan lipstik warna senada dengan bajunya membuat ia bner2 terlihat cantik bak seorang putri. Semua menatapnya bagitu pun dengan arya yg tak lepas matanya untuk memandang raya membuat jantungnya berdebar debar.
Semakin mendekat raya pun terpaksa membuat senyuma palsu pada calon mertuanya padahal dalam hatinya ingin menangis. Melepaskan pandangan dari calon mertua raya pun menoleh pada sang ibu ia pun memberi kode monepuk kursi di sebelah agar mendekat duduk di sebelahnya. Sebelum ia mendudukan dirinya di kursi yg di tunjuk sang ibu ia pun bersalaman terlebih dahulu pada ibunya arya dan cipika cipiki
“ masya alloh ini yang namanya raya cantik sekali. Masya alloh.. Sambil melirik suami dan anaknya sambil tersenyum bahagia
“ terima kasih bu. Jawab raya sambil baralih bersalaman dengan ayahnya arya. Terus berlanjut mengulurkan tangannya kepada arya melihat itu arya pun langsung menyambut uluran tangan raya dan mata mereka saling bertemu tanpa melepas pandangannya ia tetap melihat raya mencium punggu tanganya yang mengenai bibir dan hidung raya. Seketika hidungnya dipenuhi parfum raya yang tercium wangi mengingat jarak mereka yg sangat dekat jantuknya pun kembali berdenyut dengan kuat hampir hampir mau keluar dari sarangnya.