semenjak kejadian itu raya lebih banyak mengurung diri dikamar, keluar hanya untuk makan. Hari sudah makin dekat tinggal satu hari lagi kedatangan arya kerumahnya tepat hari ini minggu malam. Kegiatan beres beres rumah untuk menyambut keluarga arya datang hanya dilakukan oleh ibunya, deni dan sifa adik bungsunya. Raya tak kunjung keluar san membantu seharian mengurung diri dikamar enggan membatu mereka. Kesal dan dongkol dalam hatinya membuatnya bingung harus berbuat apa. Mengingat deni sudah mengancamnya dan ia tidak bisa lagi untuk menolah mengingat kakaknya yang keras kepala menurutnya.
“raya masih didalam bu?
Sambil bertanya dan mendekati pintu kamar raya namun ibunya langsung menghapirinya untuk jagn mengganggunya.
“Sudah biarkan nnti ibu yang bicara pelan pelan dengan raya. Menyakinkan deni semua akan baik2 saja. “ kamu siap2 saja apa yg harus disiapakan biar raya ibu yang urus. Titahnya.
Melihat ibunya masuk kedalam kamar raya membuat deni pun ikut bedoa semoga berhasil membujuk raya. Tarikan napas ibunya dengan kasar menandakan iya benar2 seperti habis lari maraton.
“gimana bu?? Tanya deni
ditariknya napas dan di hembuskam kembali dengan kasar. “Iya mudah2an adik kamu tidak berubah pikiran.
Keluaga arya sudah sampai dirumah deni pada pukul 08.00. Ibu dan uminya sedang asik bercerita diperjalanan, kue yang di suguhkan dan mendengarkan satu sama lain cerita dari anak anaknya. Deni memanggil adik bungsunya dan berbisik untuk memanggilkan raya yang ada di dalam kamar. Sifa pun mengiyakan ia berjalan mengetuk pintu kamar raya dan masuk tak lama keluar kembali.