Menyimak percakapan kedua anaknya, ibunya langasung mengambil alih Untuk mencairkan suasana yang tegang mengingat anak laki2nya yg geram dengan ulah adiknya. Di usapnya tangan anak perempuannya memberi kode bahwa kakaknya sedang tidak baik2 saja.
“Raya.. ada yang mau ibu dan kakak mu bicarakan ini soal kamu.
Merasa mulai tidak enak hati iya memilih diam tidak ingin membuat kakaknya tambah marah.
“apa.? Jawab raya singkat sambil menoleh kepada keduanya.
Deni tidak ingin berbasa basi kembali akhirnya membuka obrolan dengan terus menceritakan prihal arya dari a – z. Ibunya dengan terus mengelus tangan dan memberi tepukan kecil pada raya yang akan memberi respon saat kakaknya menjelaskan Agar menunggunya sampai selesai. Mulai tak sabar raya pun angkat bicara.
“ko kakak gitu sih tidak bertanya dulu sama raya ngmbil keputusan sendiri seenaknya. Nadanya yg tinggu membuat deni marah.
“Berani kamu bentak kakak seperti ini? Hah. Tak kalah tinggu nada bicara deni membuat ibunya takut sma2 berdiri ibunya pun kembali ikut berdiri. Raya yang kaget karna baru kali ini benar2 membuat deni amat sangat marah dan langsung memeluk ibunya sambil menangis.
“semakin aku biarin samakin kamu ngelunjak ia, keluar pergi sesuka hati tidak pnya atura ingat kamu itu anak perempuan kalau kanapa2 siapa yang akan bertanggung jawab hah? Tmn2 kamu bkan kan? Kelakuan sudah kaya perempuan nakal. suara marah deni semakin menggema keras dan marah.
“Masuk. Tidak ada lagi keluar rumah tanpa ijin dari aku. Sambil menatap ibunya sekalian peringatan untuk ibunya yg kadang mengikinjan raya keluar tanpa sepengetahuannya.
“Kakak juga jgn seenaknya mengambil keputusan tanpa berunding dulu dengan aku. Jawab raya karna tidak setuju dengan rencana menjodohkanya dengan arya.
“aku tidak mau mendengar alasan papun aku hanya ingin memberikan yg terbaik buat kamu sebagai kakak. Jgn pernah coba macam2 dengar kamu. Ancam deni kepada raya.
“Kakak egois mentingin diri sendiri. Sambil menangis melepaskan pelukan dari ibunya, maninggalkanya kakak dan ibunya berlari memasuki kamar dan membanting menutup pintu dan menangis sejadi jadinya.