Clare
“Clareeeeee..” pekikan Lara menyambut kedatanganku. Aku meringis. Mataku menyipit saat nada tinggi yang cukup memekakkan, mampir di telingaku.
Kudorong pintu hingga menutup di balik punggungku. Suara klik pintu yang terkunci secara otomatis langsung terdengar. Tas yang kusampirkan di pundak, kulepas dan kuletakkan di meja kecil dekat foyer.
“Clareeeee? Itu kamu kan? Udah dateng?” panggilan Lara yang diiringi dengan bunyi derapan cepat langkah kakinya, mau tak mau membuatku menyeringai lebar.
“Hemm….siapa lagi yang langsung buka pintu kalo bukan…” belum juga ucapanku selesai terlontar, aku merasakan serangan pelukan yang cukup hebat.
Kedua tangan Lara memelukku erat saat tubuhnya menghantam ke arahku. Mendorongku dengan cukup kuat hingga kakiku terpaksa mundur beberapa langkah ke