Clare
“Belum diangkat?” aku menoleh saat pertanyaan Lara terdengar. Melihat gelengan kepalaku, Lara meringis sambil menyuapkan spring roll ke dalam mulutnya. “Lagi banyak kerjaan kali,” tukasnya santai.
“Hemm...mungkin,” sahutku sambil tersenyum kecil. Kumatikan handphone dan segera kumasukkan ke dalam tas. “Dia bilang bakal datang tepat waktu kok. Nggak biasanya juga telat kayak gini. Pasti ada sesuatu yang nggak bisa ditinggal. Moga aja nggak apa-apa,” tukasku penuh harap.
“Pada ngomongin siapa sih? Emang ada yang mau datang lagi ke sini? Gabung sama kita?” suara paman yang terdengar bingung menyeruak.
Begitu mendengar cerocosan pertanyaan darinya, segera aku mengarahkan tubuh dan memasang senyum lebar. Menyaksikan paman balas mencondongkan tubuhnya ke arahku dan mendaratkan tatapan