Sayda merasakan tangan kirinya kebas dan tangan kanan dan perutnya terasa berat. Perlahan kesadarannya pulih. Dibuka matanya perlahan, yang terlihat adalah lampu chandelier kristal yang menggantung di langit-langit sebuah kamar mewah menyala redup. Suasana kamar sangat romantis yang dipenuhi oleh rangkaian bunga di sekeliling tiang ranjang dan beberapa diletakkan di pojok-pojok kamar. Beberapa lilin aromaterapi masih menyala. Sayda menoleh ke samping kanannya, dan melihat Abisatya tengah tertidur memeluk dirinya dan tangan pria itu ada di atas perut Sayda, sementara tangan Sayda sendiri tertindih badan Abi. Dia melonjak kaget langsung terduduk dan diserang pusing yang hebat. Tangan sebelah kirinya mengamali tarikan dan terasa sakit. Sayda mengaduh, darah mengalir masuk ek selang infus. Sua