Setelah beberapa peristiwa teror yang membuat kedamaian hatinya seolah terdistraksi, dua jam bercakap dengan sahabat-sahabatnya semasa kuliah cukup memulihkankesegaran otak yang menyelipkan bahagia di hatinya. Senyum sumringahnya kembali terkembang dan matanya kembali berbinar ceria. Ya, hanya dua jam sebelum sekelompok orang yang mengatasnamakan penggemar garis keras Abi menyapa mereka. Manyapa? Awalnya terdengar seperti sapaan biasa, namun lama kelamaan untaian kalimat yang keluar dari bibir sekelompok orang itu terkesan menyudutkan ─ penuh omelan dan tuduhan tidak berdasar alias teror verbal. Siska dan Diandra sampai merah padam menahan kesal. Keduanya berdiri dan mendorong ketiga wanita yang terus berkata tajam pada Sayda sambil berupaya mengimbangi ocehan mereka dan membela Sayda. Gio