Seberkas cahaya pudar memberinya sedikit kesadaran. Kian lama berubah semakin terang secara perlahan, hingga pada akhirnya seolah menghentak dirinya pada kesadaran sepenuhnya. Perlahan Sayda mengerjapkan mata, gelombang sakit mendera kepalanya membuatnya meringis. Dia mengerang keras namun sedetik kemudian terkejut. Ada yang salah pada bibirnya. Tidak bisa terbuka. Dicobanya berbicara, namun yang terdengar hanyalah suara dengungan lebah dari kejauhan. Digoyangkannya kepala sejenak untuk melihat lebih jelas tentang kondisi lingkungan sekitarnya. Ruangan sangat luas dan lenggang. Ada dua kontainer besar di hampir ujung ruangan sebelah kiri lalu tumpukan peti dari kayu di bagian kanan. Ah, tidak terlalu jelas, dan matanya menjadi silau ketika mengarahkan pandangan ke depan. Dua lampu sorot b