Min Hyeok dan Hyung Won memasuki halaman rumah Kihyeon, dan bertepatan saat itu Chang Kyun keluar dari rumah.
"Kau ingin pergi?" tegur Min Hyeok dan ketiganya sejenak berdiri saling berhadapan.
"Aku akan pergi ke kampus. Apa yang Kak Han dan Kak Jang bawa?"
"Barang-barang milik Paman Sejin yang tertinggal di Kantor Kepala Distrik."
"Kalian bisa menaruhnya di dalam, aku harus pergi sekarang."
"Berhati-hatilah saat mengemudi."
Ketiganya lantas berpisah, namun alih-alih memasuki mobil, Chang Kyun justru menuju ke rumah Seo Hye.
Langkah Hyung Won sejenak terhenti saat ia hendak memasuki rumah ketika pandangannya menemukan Chang Kyun yang pergi ke rumah Seo Hye.
"Kenapa kau tidak masuk? "
Berkat teguran dari Min Hyeok, Hyung Won pun bergegas masuk. Sementara Chang Kyun mengetuk pintu rumah Seo Hye dan menunggu hingga wanita muda itu membukakan pintu.
Tak menunggu lama pintu di hadapan Chang Kyun terbuka dan menampakkan Seo Hye.
"Ada apa?" tegur Seo Hye.
"Aku akan pergi ke Gwangju sekarang. Kau ingin berangkat bersamaku sekarang?"
"Tidak, kau pergilah dulu. Aku bisa pergi sendiri nanti."
"Jika membutuhkan sesuatu, mintalah bantuan pada Kak Han. Dia ada di rumah sekarang."
Seo Hye mengangguk singkat dan Chang Kyun pun pergi. Kembali ke halaman rumahnya sendiri, Chang Kyun memasuki mobil dan bergegas meninggalkan rumah. Sementara dari dalam rumah Hyung Won melihat kepergiannya.
"Apa yang sedang kau lihat?" tegur Min Hyeok yang berjalan mendekati Hyung Won.
Hyung Won kemudian menyahut, "dia pergi ke rumah Seo Hye, aku pikir mereka akan pergi bersama."
"Seo Hye tidak ikut?" gurat heran terlihat di wajah Min Hyeok. Menegaskan bahwa merupakan hal yang aneh jika Chang Kyun pergi ke kampus tanpa Seo Hye.
"Tidak biasanya," gumam Min Hyeok kemudian, "ya sudah, jika kau ingin pergi, pergi saja. Aku akan membereskan tempat ini sebentar."
Min Hyeok meninggalkan Hyung Won. Sementara Hyung Won, pemuda itu sempat memperhatikan Min Hyeok, dan ketika Min Hyeok telah menghilang dari pandangannya barulah ia berjalan menuju pintu keluar.
Meninggalkan rumah Kihyeon, langkah Hyung Won sempat terhenti di depan gerbang rumah Seo Hye. Pemuda untuk sesaat tampak mempertimbangkan sesuatu sebelum akhirnya mengubah tujuan awalnya. Hyung Won memasuki rumah Seo Hye. Dan secara kebetulan. Ketika Hyung Won berjalan di halaman, saat itulah Seo Hye keluar dari rumah.
Seo Hye yang melihat kedatangan Hyung Won lantas menghentikan langkahnya di teras rumahnya ketika Hyung Won tetap berjalan ke arahnya.
"Kenapa kau datang kemari?" tegur Seo Hye begitu Hyung Won sampai di hadapannya.
"Kau ingin pergi?" Hyung Won balik menegur.
Seo Hye menggeleng. "Aku hanya ingin mencari udara segar."
"Kau pernah pergi ke Bukit Terlarang?"
Seo Hye kembali menggeleng. Wanita muda itu tak bisa mendatangi tempat itu karena tempat itu sangat berbahaya. Bahan hampir setiap hari Kihyeon berpesan agar Seo Hye untuk tidak pergi ke Bukit Terlarang meski dirinya tengah berada di sana.
"Tempat itu berbahaya, untuk apa aku pergi ke sana?"
"Cantik."
Seo Hye dibuat kebingungan oleh satu kata yang baru saja diucapkan oleh Hyung Won. Namun sebelum ada kesalahpahaman di sana, Hyung Won segera mengutarakan maksudnya yang sebenarnya.
"Bunga-bunga di Bukit Terlarang terlihat sangat cantik. Mereka bisa bertahan meski musim gugur tiba."
Seo Hye tersenyum tipis dan menyahut, "dilihat dari kejauhan memang sangat cantik. Tapi apa gunanya jika semua orang menghindarinya?"
"Mereka tidak berbahaya."
"Apa?"
"Bunga-bunga itu tidak berbahaya. Orang-orang hanya terlalu sibuk dengan kekhawatiran mereka sehingga mereka mengabaikan bunga-bunga itu."
Senyum tipis Seo Hye melebar ketika ia menemukan hal baru tentang Hyung Won yang bahkan tak pernah berbicara dalam waktu yang lama dengannya seperti saat ini.
"Kau menyukainya? Bunga-bunga itu ... kau terlihat sangat menyukainya."
"Sangat ... aku sangat menyukainya."
"Sayang sekali, Kihyeon tidak mengizinkan aku untuk memiliki bunga itu."
"Kau ingin melihatnya?"
"Apa?" Seo Hye tertegun.
"Mari pergi bersama ke Bukit Terlarang."
Seo Hye bingung. Tiba-tiba saja Hyung Won bersikap hangat padanya dan mengajaknya ke tempat yang tidak boleh ia kunjungi jika Kihyeon berada di sana. Untuk sesaat Seo Hye merasa ragu, meski akan lebih baik jika dia menolak ajakan Hyung Won.
DISTRICT 9 : FLOWER OF EVIL
Menghilangkan keraguan yang sempat singgah di sudut hatinya. Hari itu untuk kali pertama bagi Seo Hye menginjakkan kakinya di Bukit Terlarang. Dan seperti ucapan Hyung Won sebelumnya. Bunga-bunga di sana terlihat begitu cantik.
Senyum di wajah Seo Hye tak kunjung menghilang sejak mereka sampai di kaki Bukit Terlarang. Hyung Won yang sengaja berjalan di belakang Seo Hye untuk memastikan bahwa wanita muda itu tidak salah mengambil langkah pun sedari tadi tak melepaskan perhatiannya dari wajah yang tampak bahagia tersebut.
Hanya hal sederhana semacam itu bisa memberikan penghiburan tersendiri bagi Seo Hye yang baru saja ditinggalkan oleh keluarganya. Namun jika Kihyeon tahu bahwa hal sederhana itu bisa membuat senyum di wajah Seo Hye kembali, akankah ia bersedia melakukan apa yang dilakukan oleh Hyung Won saat ini. Namun alih-alih bisa memberikan penghiburan kepada wanitanya, pemuda itu justru menghilang dan membiarkan laki-laki lain menempati tempatnya untuk sesaat atau mungkin bisa lebih lama lagi dari waktu yang hanya sesaat itu.
Langkah Seo Hye terhenti. Setelah tak puas hanya dengan melihat, wanita muda itu berniat untuk memetik bunga di sisi jalan setapak yang ia lewati. Sedikit membungkuk, Seo Hye mengulurkan tangannya. Namun tepat saat jemarinya bersentuhan dengan kelopak bunga itu, sebuah tangan menahan pergelangan tangannya.
Seo Hye sempat tersentak sebelum pandangannya menemukan Hyung Won yang sudah berdiri di sampingnya dan menahan pergelangan tangannya.
"Ini lebih berbahaya dari apa yang kau dengar," ucap Hyung Won yang kemudian melepaskan tangan Seo Hye.
Seo Hye pun segera menegakkan tubuhnya dan terlihat sedikit gugup. "Apa kalian mengubur ranjau di sini?"
Hyung Won mengangguk, meski area yang dimaksud oleh Seo Hye bukanlah area berbahaya seperti yang ia ucapkan.
"Tunggulah di sini sebentar. Jangan pergi ke manapun."
Hyung Won menyingkir dari jalan setapak, menyusuri rumput-rumput liar yang tentunya membuat Seo Hye merasa khawatir.
"Kau ingin ke mana? Bukankah sangat berbahaya berjalan seperti itu?"
Hyung Won mengabaikan kekhawatiran Seo Hye dan mulai memetik beberapa bunga. Tak terlihat asal memetik, Hyung Won tampaknya memilih bunga yang menurutnya terlihat paling cantik untuk diberikan kepada Seo Hye.
Dan tak berselang lama, Hyung Won kembali dengan membawa seikat kecil bunga di tangannya. Hyung Won kemudian menyerahkannya pada Seo Hye.
Degan ragu Seo Hye menerima bunga itu. "Terima kasih. Itu sangat berbahaya, kau tidak seharusnya melakukan hal itu."
"Kau akan tetap baik-baik saja meski kau menghirup bunga itu." Hyung Won justru mengalihkan topik pembicaraan dan mengarahkan pandangannya pada puncak Bukit Terlarang.
"Kau ingin pergi ke sana?"
Seo Hye mengikuti arah pandang Hyung Won sebelum kembali memandang pemuda itu.
Dengan pandangan yang tertuju pada Seo Hye, Hyung Won kembali berucap, "Kak Hwang sering menghabiskan waktu dengan duduk di sana."
Kalimat itulah yang pada akhirnya membuat Seo Hye memberikan anggukan ringan. Dan perjalanan keduanya pun kembali berlanjut. Masih sama seperti sebelumnya, Seo Hye yang berjalan di depan dan Hyung Won yang berjalan di belakang memperhatikan setiap langkah yang diambil oleh wanita muda itu.
DISTRICT 9 : FLOWER OF EVIL
Min Hyeok kembali ke rumah setelah urusan di rumah Kihyeon selesai. Memasuki kamar yang ia tempati bersama dengan Hyung Won, Min Hyeok berpikir bahwa saat ini Hyung Won berada di kamarnya.
"Hyung Won, kita harus bersiap-siap."
Langkah Min Hyeok terhenti di ambang pintu ketika tak ada siapapun di ruangan itu. Min Hyeok kemudian kembali keluar dan bertemu dengan ibu Hyung Won.
"Bibi," tegur Min Hyeok.
"Kau sudah pulang?" ibu Hyung Won balik menegur.
Min Hyeok mengangguk. "Mungkinkah Bibi tahu di mana Hyung Won sekarang?"
Dahi ibu Hyung Won mengernyit. "Dia tidak menemuimu? Tadi pagi dia langsung pergi menyusulmu ketika bibi mengatakan bahwa kau pergi ke Kantor Kepala Distrik."
"Kami sudah bertemu di sana, tapi kami berpisah dari rumah Chang Kyun."
"Begitu rupanya ... sejak dia pergi, bibi belum melihat anak itu kembali. Mungkin dia sedang bersama Joo Heon."
"Baiklah jika begitu, aku akan pergi memeriksanya."
Min Hyeok lantas meninggalkan ibu Hyung Won. Keluar dari rumah, langkah Min Hyeok terhenti di teras rumah. Tak seperti ucapannya, saat ini Min Hyeok justru bingung harus mencari Hyung Won ke mana. Karena saat dalam perjalanan pulang, ia sudah bertemu dengan rekan-rekannya. Dan sudah bisa dipastikan bahwa mereka semua tidak tahu keberadaan Hyung Won saat ini.
"Ke mana anak itu pergi?" gumam Min Hyeok.
Merasa tak tenang, Min Hyeok lantas bergegas mencari keberadaan Hyung Won. Dan tempat yang ada dalam pikirannya saat ini adalah Kantor Kepala Distrik.
Dalam perjalanan ke Kantor Kepala Distrik, Min Hyeok melewati rumah Joo Heon dan Hoseok. Dan pada saat itu Joo Heon lah yang tengah berada di halaman rumah.
Melihat keberadaan Min Hyeok Di sana membuat dahi Joo Heon mengernyit karena baru beberapa menit yang lalu mereka berpapasan.
"Hoy, Kak Han," tegur Joo Heon yang kemudian menghampiri Min Hyeok.
"Kau ingin pergi ke mana? Aku rasa baru beberapa menit yang lalu kita berpapasan," Joo Heon menegur ketika hampir sampai di tempat Min Hyeok.
"Hyung Won tidak ada di rumah, Bibi Yoona mengatakan bahwa anak itu belum pulang."
"Dia tidak mengatakan akan pergi ke mana saat berpisah tadi?"
Min Hyeok menggeleng. "Aku juga tidak bertanya padanya, aku pikir dia akan langsung pulang."
Dahi Joo Heon mengernyit. Pemuda itu kemudian mengeluh, "eih ... pertama Kak Hwang, setelahnya Chang Kyun lalu sekarang Hyung Won ... kenapa semua orang suka sekali tiba-tiba menghilang seperti ini?"
"Pagi tadi Chang Kyun sudah berangkat ke Gwangju tanpa Seo Hye. Jadi jika ingin berangkat, pastikan apakah Seo Hye sudah berangkat atau belum."
Joo Heon menatap heran. "Chang Kyun meninggalkan Seo Hye? Tidak biasanya."
"Mungkin hanya jadwal kelas mereka yang berbeda. Ya sudah, aku pergi dulu."
"Carilah di Kantor Kepala Distrik terlebih dahulu, dia mungkin ada di sana."
"Aku tahu, aku akan pergi ke sana." Min Hyeok berjalan meninggalkan Joo Heon.
"Jika masih tidak ketemu, kabari kami," ucap Joo Heon sedikit lantang.
Min Hyeok hanya sekilas melambaikan tangannya ke udara sebagai respon. Dan setelahnya Joo Heon kembali memasuki rumahnya.
Dalam perjalanan pemuda itu bergumam, "tidak ada yang berjalan baik sejak Kak Hwang pergi. Apa yang sebenarnya sudah dilakukan orang itu? Membuatku merasa kesal saja."
DISTRIK 9 : FLOWER OF EVIL