Wicaksono masih mengulur waktu, dia masih mengajak Reihan membicarakan hal-hal yang tidak penting. Dia masih bersihkukuh membujuk Reihan untuk bergabung dengannya menjalankan bisnis haram yang selama ini dia geluti.
Sedangkan di luar rumah ini Anton dan Abigail mulai berusaha masuk ke dalam rumah melalui jendela kamar di mana Ajeng di kurung. Mereka berdua berhasil masuk ke dalam kamar dan langsung mengajak Ajeng untuk keluar. Tapi bukannya ikut keluar Ajeng justru menodongkan pistol ke pelipis Abigail. Anton yang melihat itu tersentak kaget. Dia bingung dengan sikap Ajeng saat ini.
“Kenapa?” Tanya Anton tidak percaya. Anton pun langsung mengambil Glock Mayer 22 dari holster yang ada di pinggangnya lalu menodongkan pistol itu ke arah wanita yang saat ini sedang mengunci leher Abigail.
“