Reihan menyusuri koridor rumah sakit dan menuju ruang operasi. Di sana sudah ada Andreas yang menunggu di ruang tunggu. Reihan menanyakan bagaimana kondisi Ajeng dan juga Jessy saat ini. Andreas hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Karena sedari tadi kedua orang itu belum keluar dari kamar operasi.
Mereka berdua pun menunggu cukup lama di depan ruang tunggu untuk keluarga. setelah menunggu selama dua jam akhirnya ada seorang dokter yang keluar dan menanykan keluarga Nona Jessy. Reihan dan Andreas pun berdiri dan menghampiri dokter itu.
“Apakah diantara kalian ada yang bisa ikut saya?” Tanya dokter itu sopan.
Reihan pun maju dan mengikuti langkah dokter itu menuju ruangannya. Sang dokter terlihat serba salah. Entah apa yang ingin dia katakan saat ini. Reihan masih sabar menunggu samp